Dicicipi 6 Presiden RI, Begini Kelezatan Patin Asam Pedas HM Yunus

ADVERTISEMENT

Dicicipi 6 Presiden RI, Begini Kelezatan Patin Asam Pedas HM Yunus

Raja Adil Siregar - detikFood
Selasa, 13 Sep 2022 14:30 WIB
Ikan Patin Asam Pedas HM Yunus
Foto: Ikan Patin Asam Pedas HM Yunus (Raja Adil/detikSumut)
Pekanbaru -

Olahan ikan patin di rumah makan Pekanbaru ini begitu terkenal, bahkan 6 presiden Republik Indonesia (RI) sudah mencicipinya. Mereka penasaran dengan cita rasa patin asam pedas yang jadi menu andalan di sini.

Jalan-jalan ke Riau, jangan lewatkan cicip kuliner populer berbahan ikan patin. Salah satunya bisa kamu temui di Pondok Patin HM Yunus yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution.

Rumah makan ini strategis karena berjarak 5 menit saja dari bandara Sultan Syarif Kasim II. Pondok Patin HM Yunus yang berdiri di lahan seluas 1 hektar ini juga tergolong legendaris karena sudah ada sejak tahun 1988.

Pemiliknya adalah H Yunus, putra asli Air Tiris, Kampar. Ia menyajikan menu andalan asam padeh patin atau asam pedas patin.

"Karena sudah khas, pondok patin kami ini seolah jadi kewajiban orang dari luar Riau untuk singgah. Tak ke Pekanbaru Bile Tak Singgah, artinya belum ke Pekanbaru kalau belum mampir ke pondok kita," kata Yunus saat berbincang dengan detikSumut Minggu (11/9/2022).

Baca Juga: 7 Makanan Khas Riau Pekanbaru yang Populer dan Enak

Jatuh Bangun Dirikan Pondok Patin

Ikan Patin Asam Pedas HM YunusIkan Patin Asam Pedas HM Yunus Foto: Ikan Patin Asam Pedas HM Yunus (Raja Adil/detikSumut)

Di setiap perbincangan hangat, pria yang akrab disapa Pak Haji itu bercerita awal mula mendirikan pondok setelah berhenti bekerja. Pak Haji dulunya adalah pekerja bangunan, kernek, hingga tukang pijat.

Ia kemudian memilih jalan hidup dengan buka pondok jualan makanan di ibu kota provinsi. Jatuh bangun sepertinya sudah dialami Yunus sejak pergi merantau dari kampungnya di Air Tiris.

"Saya itu dahulu jatuh bangun, awalnya tak ada niat bangun rumah makan sebesar ini. Pemikiran itu datangnya karena saya suka melalang buana. Saya dulu tukang pijit, bangunan, kernek, toko kain sama kerja di rumah makan. Saya tidak ada cita-cita ini," katanya.

Tak hanya sampai di situ, Yunus membuka rumah makan karena melihat potensi dari Air Tiris yang tidak termanfaatkan dengan baik. Padahal, ada sungai ternama dengan ikannya yang nikmat. Ya, ikan air tawar dari Sungai Kampar.

Di Air Tiris itu ada namanya ikan Limbek atau dalam bahasa umum adalah limbat. Ada pula ikan kalui, namun kebanyakan ikan itu tidak dimakan, ikan hanya untuk sedekah-sedekah saja.

"Saya lihat di Riau ini ada sungai bisa jadi nama kabupaten, sungai bisa jadi kerajaan. Ada sungai Siak jadi Kerajaan Siak, ada Sungai Kampar jadi Kabupaten Kampar dan lainnya begitu juga," katanya.

"Setiap sungai ini tentu punya ikan khas yang digemari ulama dan datuk-datuk kita jaman dahulu. Ya di situ timbul niat untuk buka dengan memanfaatkan ikan-ikan di sungai ini," kata Yunus.

Setelah merenung dalam perantauan, Haji Yunus lalu pulang ke kampung halaman. Pelan-pelan ia meyakinkan ibunya untuk memberi modal. Hal itu karena ia optimis usaha rumah makannya akan sukses.

"Tahun 1988 itu saya rayu minta gelang emas emak saya dijual. Saya bilang 'Mak, juallah gelang mama untuk modal usaha,'. Namun omak saya bilang 'Ini tinggal lagi harta kita nak, semua udah habis untuk sekolah adik-adikmu,'," kata Yunus mengenang cerita 34 tahun silam.

Karena tekad sudah bulat, ia pun percaya diri dan menjamin sekolah seluruh adik-adiknya. Yunus muda akhirnya mampu meyakinkan sang ibu dan dapat suntikan modal usaha.

"Saya bilang sama omak saya, 'Mak kalau saya berhasil, saya janji akan sekolahkan semua adik beradik. Tenanglah omak,' dan dijuallah waktu itu bisa beli meja dan kursi panjang 3 pasang. Tentu berkat doa juga dari orang tua," katanya.

Baca Juga: Galopuong Ngango, Bola-bola Kenyal Isi Gula Merah yang Enak Buat Buka Puasa

Jadi Langganan Pejabat dan Presiden

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Pondok Patin HM YunusPresiden Jokowi saat berkunjung ke Pondok Patin HM Yunus Foto: Presiden Jokowi saat berkunjung ke Pondok Patin HM Yunus (istimewa)

Yunus bercerita sejak saat itu usahanya di Pekanbaru mulai jadi santapan pejabat. Di mana, pejabat pertama yang menyantap asam pedas patin miliknya adalah mantan Wali Kota Pekanbaru, Herman Abdullah.

"Pejabat pertama makan dulu itu saya ingat almarhum Pak Herman Abdullah saat masih jadi pejabat di Pemkot. Lalu ada Pak Kastalani. Waktu itu saya buat ikan patin, ikan baung sama ikan tapa. Sampailah sekarang ada ikan-ikan ini saya jual," kata Yunus.

Sejak saat itu nama Pondok Ikan Patin HM Yunus mulai populer hingga ke ibu Kota di Jakarta. Tepat pada tahun 1994, Presiden Soeharto berkunjung ke Pekanbaru dalam menghadiri kegiatan MTQ.

"Presiden pertama makan di sini itu Pak Harto sekitar tahun 1994, ada acara MTQ di Pekanbaru. Waktu itu pak Tarmizi jadi Menteri Agama," katanya.

Setelah Suharto, menyusul lima presiden lain hingga terbaru adalah Presiden Joko Widodo. Total enam presiden yang telah singgah adalah Suharto, BJ Habibie, Megawati, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi.

"Sampai hari ini saya tidak percaya kok Presiden makan di sini. Tapi setiap makan saya dipanggil dan selalu disampaikan 'Pertahankan resep masakan ini'," kata Yunus.

Selain menunya yang memang sudah hadir sejak puluhan tahun lalu, orang-orang menggemari olahan ikan patin di sini karena kualitas dan rasanya. Baca artikel selengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Menyantap Patin Asam Pedas HM Yunus, 6 Presiden Sudah Nyicipin



Simak Video "Bikin Laper: Pindang Ikan Patin dan Ketan Durian Khas Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT