ADVERTISEMENT

Lawar Don Jepun, Lawar Bali Berbahan Daun Kamboja yang Sarat Makna

I Wayan Selamat Juniasa - detikFood
Sabtu, 18 Jun 2022 09:30 WIB
Lawar Don Jepun, Lawar Bali Berbahan Daun Kamboja yang Sarat Makna
Foto: Getty Images/iStockphoto/tang90246
Karangasem -

Kuliner khas Bali, lawar, ada banyak variasinya. Salah satu yang unik, lawar don jepun atau lawar daun kamboja. Lawar ini penuh makna dan merupakan makanan khas Desa Adat Dukuh Penaban.

Lawar merupakan campuran sayuran dan daging cincang yang diberi bumbu rempah lengkap, basa genep. Lawar sangat identik dengan masyarakat Bali karena hidangan ini kerap tersaji dalam upacara keagamaan mereka.

Lawar bisa dibuat dari berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, daun pepaya, hingga daun ubi. Tapi tahukah kamu kalau lawar bisa dibuat dari daun kamboja?

Lawar unik ini punya sebutan lain lawar don jepun. Lawar ini adalah hidangan khas Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Menurut petajuh atau Wakil Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Rai, olahan lawar don jepun wajib ada di setiap hari raya besar keagamaan.

Baca Juga: Hanya Ada di Buleleng! Ikan Terbang Sudang Lepet yang Gurih Mantap

Lawar Don Jepun, Lawar Bali Berbahan Daun Kamboja yang Sarat MaknaLawar khas Bali punya banyak variannya, salah satunya lawar don jepun yang terbuat dari daun kamboja. Foto: Getty Images/iStockphoto/tang90246

Biasanya sehari sebelum hari H, warga desa bakal berkumpul untuk membuat lawar don jepun dan hidangan lainnya.

Nantinya hidangan ini akan dipersembahkan atau mesaudan ke Pura Puseh dan Pura Bale Agung. Hidangan ini juga bakal dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga.

"Olahan lawar don jepun ini mungkin hanya ada di Desa Adat Dukuh Penaban saja. Di tempat lain mungkin tidak ada, karena untuk mengolah don jepun agar rasanya tidak pahit mungkin hanya bisa dilakukan oleh warga Desa Adat Dukuh Penaban saja," kata Nengah Rai, Jumat (17/6/2022).

Dia melanjutkan, "Olahan lawar don jepun ini tidak setiap hari dibuat oleh masyarakat, hanya dibuat saat ada hari raya besar keagamaan."

Untuk membuat lawar don jepun diperlukan daun kamboja yang tidak terlalu muda ataupun tua. Setelahnya, daun kamboja dipisahkan dengan batangnya yang ada di tengah-tengah daun. Setelah itu diiris tipis-tipis dan barulah direbus sebentar.

Baca Juga: 4 Tempat Sarapan di Gianyar Bali, Bubur Ayam-Babi Guling

Lawar Don Jepun, Lawar Bali Berbahan Daun Kamboja yang Sarat MaknaMenikmatinya bisa dicampur dengan daging ayam dan babi, namun juga ada yang polos tanpa daging. Foto: Getty Images/iStockphoto/tang90246

Setelah matang dan ditiriskan, beberapa menit kemudian dikukus. Selanjutnya bisa diolah dengan dicampur bumbu khas Bali yaitu basa genep. Sebagai pelengkap bisa dicampur dengan daging ayam dan babi, namun juga ada yang polos tanpa daging.

Nengah Rai menjelaskan, "Setelah olahan jadi, kemudian warga desa metanding banten saudan yang berisi olahan lawar don jepun, lawar kelapa, lawar daun belimbing dan sate yang nantinya akan diberikan kepada Jro Mangku Pura Puseh dan jro Mangku Pura Bale Agung."

Ia menambahkan lawar itu untuk dihaturkan atau mesaudan ke masing-masing Pelinggih yang ada di pura tersebut. "Setelah itu baru olahan lawar dibagi rata bersama dengan warga Desa Adat Dukuh Penaban," sambungnya.

Bukan hanya sarat makna sebagai bagian perayaan keagamaan, lawar don jepun sarat juga memiliki sejarah panjang dan mitos unik yang menyertainya. Apa saja?

Baca artikel lengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Lawar Don Jepun, Kuliner Unik Khas Desa Dukuh Penaban



Simak Video "Nasi Sela, Makanan Khas Desa Adat Tenganan Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT