Seru! Sensasi Makan Pindang Ikan di RM Terapung Sungai Musi Palembang

Prima Syahbana - detikFood Jumat, 06 Mei 2022 14:30 WIB
rumah makan terapung mbok war Foto: dok. detikFood
Palembang -

Jalan-jalan ke Palembang bisa mencicipi aneka kulinernya yang enak. Semakin seru jika tempat menikmatinya istimewa, seperti di rumah makan terapung yang ada di Sungai Musi!

Pindang ikan adalah salah satu kuliner khas Palembang. Jika biasanya hidangan ini dinikmati di rumah makan biasa, coba sensasi istimewa makan pindang ikan sambil menikmati pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

Kamu bisa menyambangi rumah makan terapung yang bentuknya berupa perahu. Ada beberapa rumah makan terapung di Sungai Musi. Seluruhnya telah mendapat izin resmi dari Dinas Perhubungan Palembang.

Salah satunya RM Mbok War yang buka pukul 07.00-15.00 WIB. Lokasinya tak jauh dari Pasar 16 Ilir Palembang. Ada beberapa menu khas Palembang yang disajikan, di antaranya pindang ikan gabus, ikan baung dan ikan patin. Bahkan jika di akhir pekan RM Mbok War menyajikan menu spesialnya yaitu pindang ikan tapah.

Suasana di dalam rumah makan terapung  Sungai Musi Palembang.Suasana di dalam rumah makan terapung Sungai Musi Palembang. Foto: Prima Syahbana

Untuk harga sama dengan rumah makan yang ada di daratan, berkisar dari Rp 15-30 ribu per porsi pindang berikut nasi dan air minum. Kalau yang tidak suka pindang, di sana ada menu lain seperti ayam atau ikan goreng.

"Kalau jam buka, dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Menu yang kita sajikan yaitu makanan khas Kota Palembang, pindang ikan seperti gabus, baung, patin dan lainnya. Tapi, kalau di hari libur kita ada menu spesial yaitu pindang ikan tapah," ungkap pemilik RM Mbok War, Wiwid (39) dalam obrolan santai Kamis (5/5/2022).

Usaha kuliner terapung ini sudah berdiri sejak 37 tahun silam tepatnya pada tahun 1985. Menurut Wiwid, sejak usahanya berdiri tidak sedikit wisatawan luar daerah yang berkunjung dan mencicipi kuliner yang ia hidangkan. Dia mengaku, membangun usaha ini tidaklah sendiri, tetapi buah hasil keringat dari orangtuanya.

"Sekitar tahun 2015 kemarin, saya meneruskan usaha ini. Sejak dibuka hingga sekarang, sudah tak terhitung wisatawan yang berkunjung kesini menikmati sensasi makan di rumah makan terapung kami," katanya.

Baca Juga: Ikan Belida Dilarang Dikonsumsi, Pengusaha Makanan Palembang Pakai Ikan Putak

Sejak pandemi COVID-19, Wiwid mengaku, omzet usahanya sempat menurun drastis. Dari biasanya Rp6-7 juta per hari menjadi Rp 4 juta per hari. Dengan omzet tersebut dia bertahan dan berbagi penghasilan dengan tujuh orang karyawannya.

"Bayangin aja karyawan kami ada tujuh orang. Alhamdulillah masih bisa bertahan sampai sekarang. Ini udah mulai mau normal lagi," imbuh Wiwid.

Wiwid pun mengaku, bukan karena niat keluarganya untuk membuat kuliner terapung, melainkan di lokasi awal keluarga berjualan digusur pemerintah untuk di jadikan dermaga.

"Jadi awalnya itu keluarga kami jualannya di darat bawah Ampera, nah waktu ada penggusuran pembangunan dermaga jadi kami dialihkan untuk berjualan di terapung ini. Ya, awalnya memang ada unsur keterpaksaan tapi seiring berjalannya waktu rumah makan terapung kami justru lebih menjadi pilihan warga sekitar maupun wisatawan," terangnya.

rumah makan terapung mbok warrumah makan terapung Foto: dok. detikFood

Dana Yunisara, salah seorang pengunjung mengaku datang ke rumah makan terapung bersama keluarganya. Dia memilih lokasi tersebut karena ada sensasi makan sambil digoyang ombak, itu tidak bisa didapat dari tempat makan lain.

"Kami satu keluarga kalau ke pasar 16 pasti makan di sini, karena di sini makannya enak bisa menikmati sensasi perahu yang goyang, melihat Sungai Musi dan Jembatan Ampera secara langsung," kata Yuni.

"Dalam satu bulan, bisa satu atau dua kali kami ke sini. Harganya juga murah, tidak mahal jadi sesuai isi kantong. Rasanya menu yang disajikan juga enak. Rekomendasi lah buat para wisatawan yang mau berkunjung," tutur warga asli Palembang tersebut.

Baca Juga: Menikmati Sensasi Pindang Ikan di Atas Sungai Musi



Simak Video "Makam Kyai Marogan, Termasuk Salah Satu Peninggalan Arkeologi di Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com