Gurih Mantap! Sego Berkat Asal Kulon Progo Ini Harganya Rp 8 Ribuan

Jalu Rahman Dewantara - detikFood
Senin, 25 Apr 2022 11:33 WIB
Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom
Foto: Sayoto Ashwan
Jakarta -

Sego berkat atau nasi berkat kerap hadir dalam momen-momen spesial. Terkenal murah enak, di Kulon Progo ada sego berkat berbungkus daun jati dengan lauk ayam suwir, tahu, tempe, hingga telur.

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah sudah tidak asing dengan sego berkat. Menu ini biasanya hadir saat acara kenduri dan selamatan.

Sego berkat sejatinya adalah nasi liwet dengan berbagai macam lauk seperti tahu, tempe, suwiran ayam dan telur. Untuk sayurnya ada sayur pepaya, gudeg, serta kacang tolo.

Salah satu produsen sego berkat yang bisa kamu jumpai adalah Sego Berkat Pare Anom Bu SPA di wilayah Karangwuluh, Kapanewon Temon, Kulon Progo. Sego Berkat Pare Anom Bu SPA merupakan pionir lahirnya sego berkat premium di Kulon Progo bahkan DIY.

Pemilik Sego Berkat Pare Anom Bu SPA, Desti Puji Lestari menuturkan usaha ini sudah hadir sejak 2020. Berawal dari limbungnya produksi camilan imbas pandemi COVID-19, Desti coba peruntungan ke Sego Berkat yang ternyata mendapat respon positif dari masyarakat.

"Awalnya kan kita memproduksi makanan ringan, tapi karena untuk permintaan toko dan di beberapa tomira (toko milik rakyat) itu banyak retur, kemudian mencari solusi agar karyawan tetap bisa berproduksi, tidak dirumahkan. Jadi kita coba membuat sego berkat ini dan ternyata respon masyarakat itu ramai, responsnya bagus," ucap Desti saat ditemui di outlet Sego Berkat Pare Anom Bu SPA, Temon, Minggu (24/4/2022).

Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare AnomKe Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom Foto: Sayoto Ashwan

Desti mengungkapkan, alasan memilih sego berkat, di samping sebagai upaya bertahan di tengah pandemi, juga untuk melestarikan makanan khas Kulon Progo tersebut. Terlebih di kampungnya, sego berkat masih sering jadi hidangan utama kala ada acara-acara adat.

"Ya karena sego berkat ini memang makanan khas. Jadi kalau ada acara untuk kenduri, atau acara-acara adat seperti itu di daerah sini memakai sego berkat. Kemarin itu sego berkat lagi hits, dan belum ada," urainya.

Dalam penyajiannya Sego Berkat Pare Anom Bu SPA menggunakan daun jati sebagai pembungkus. Daun jati dipilih karena selain untuk mempercantik tampilan, juga ramah lingkungan.

Adapun Sego Berkat Pare Anom Bu SPA menghadirkan dua varian sego berkat, yakni sego berkat biasa dan sego rasul. Keduanya hampir sama, yang membedakan hanya nasinya.

Proses pembuatan Sego Berkat di Outlet Sego Berkat Pare Anom Bu SPA, Temon, Kulon Progo, DIY.Proses pembuatan Sego Berkat di Outlet Sego Berkat Pare Anom Bu SPA, Temon, Kulon Progo, DIY. Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Untuk sego berkat biasa pakai nasi liwet pada umumnya. Sedangkan sego rasul menggunakan nasi gurih.

"Jadi kita punya dua jenis ya, sego berkat dan sego rasul. Kalau untuk sego rasul itu lebih gurih nasinya. Jadi ini tergantung permintaan dari konsumen itu mau sego berkat biasa atau gurih," urai Desti.

Paket sego berkat di sini memiliki isian yang cukup komplit. Pembeli akan mendapat nasi dengan macam-macam sayuran seperti daun pepaya, gudeg, kacang tolo, serundeng, ditambah pilihan lauk pauk meliputi suwiran ayam, tahu, tempe hingga telur.

"Kalau yang basic itu memang sudah lengkap, sudah ada sayur yang saya sebutkan tadi. Kemudian sudah ada suwiran ayam kampung. Tetapi kalau mau request bisa ditambah telur, atau bisa ditambah ayam potong, atau kalau mau ayam ingkung juga kita bisa sediakan," ucap Desti.

Adapun untuk menjaga kualitas makanan, proses pembuatan sego berkat di sini masih menggunakan cara memasak yang tradisional. Tidak ada kompor, melainkan tungku api.

"Kalau di sini proses masak semuanya masih tradisional. Masih menggunakan tungku, menggunakan kayu asli. Jadi tidak menggunakan kompor," ucap Desti.

Karena itu pula, proses memasak sego berkat di sini terbilang lama. Untuk memasak gudeg misalnya perlu waktu seharian penuh demi mendapatkan rasa yang pas.

"Jadi memang untuk memasaknya itu butuh waktu agak lama karena memang semuanya tradisional. Nah yang paling lama itu masak gudeg. Jika bisanya untuk mateng ya 4-6 jam, tetapi biar rasa gudegnya enak gitu ya itu butuh waktu seharian. Jadi misal masak hari ini bisa untuk besok pagi," jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Sego Berkat, Nasi Bungkus Daun Jati yang Populer untuk Hajatan



Simak Video "Gurih Nikmat Sego Berkat Berbalut Daun Jati"
[Gambas:Video 20detik]