ADVERTISEMENT

Sosis Solo Frozen Isi Daging Kambing, Gimana Ya Rasanya?

Jihaan Khoirunnisaa - detikFood
Senin, 07 Mar 2022 15:56 WIB
Sosis solo
Foto: dok. Instagram/sosis_djayenggeni
Jakarta -

Dari sekian banyak kuliner khas Kota Solo, salah satu yang populer adalah sosis solo. Jajanan ini banyak dijajakan di pasar hingga toko kue tradisional.

Rasanya manis gurih, makin sedap disantap apalagi jika dipadu dengan cabe rawit. Sosis solo memiliki bentuk yang serupa dengan lumpia. Bedanya, kudapan ini dibuat menggunakan kulit yang lebih lembut.

Isiannya bisa terbuat dari daging sapi cincang, atau bisa juga pakai fillet daging ayam yang disuwir-suwir. Selain itu saat ini muncul inovasi sosis solo dengan berbagai varian isi, mulai dari kentang hingga tahu. Tidak hanya digoreng, camilan ini juga bisa dinikmati dengan cara dikukus, lho. Keduanya sama enaknya.

Selain bisa dimakan langsung, kini sudah ada sosis solo dalam bentuk frozen. Jadi, bisa disimpan dan goreng saat akan dihidangkan. Tentunya lebih praktis dibandingkan harus membuatnya sendiri.

Salah satu yang terjun ke bisnis ini adalah Shinta Dewiyani. Dengan merk Sosis Djayenggeni ia menawarkan varian sosis solo goreng atau kukus. Untuk 1 porsi sosis solo dihargai mulai Rp 16.250. Satu bungkus sosis solo berisi 5 pcs.

Shinta mengatakan usaha kulinernya dibangun karena iseng membuat sosis solo goreng ayam untuk menu buka puasa. Kemudian, dia mencoba memasarkannya ke kerabat dekat melalui fitur story di aplikasi WhatsApp.

"Dari situlah kami memulai membuat produk kami dengan berbagai penyempurnaan rasa sehingga produk kami mulai dikenal di kalangan teman-teman terlebih dahulu," jelasnya kepada detikcom.

Sosis soloSosis solo Foto: dok. Instagram/sosis_djayenggeni

Selanjutnya, Shinta mulai mempromosikan produk dagangannya lewat media sosial, seperti Facebook dan Instagram @sosis_djayenggeni. Perlahan namun pasti, bisnisnya semakin besar dan berkembang. Ia pun menambah menu baru sosis solo dengan isi daging sapi dan kambing agar pembeli memiliki lebih banyak pilihan untuk dipesan.

"Alhamdulilah saat ini kami sudah menambah 1 varian rasa baru lagi yang kami ramu dengan menggunakan daging kambing. Masih banyak yang belum mengenal kami tapi tetap berusaha untuk memasarkan produk supaya lebih dikenal lagi," katanya.

Diungkapkan Shinta, pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dalam mengembangkan usaha. Adanya pembatasan aktivitas membuat penjualannya ikut turun. Sehingga dia lebih menggencarkan strategi pemasaran melalui marketplace dan media sosial.

Selain itu, Shinta juga berpartisipasi dalam program pengembangan bisnis kuliner dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service yang bertajuk 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'.

"(Saya) ingin belajar mengembangkan bisnis supaya produk kami dapat lebih dikenal lebih luas lagi. Semoga produk kami lebih dikenal lebih luas dari semua kalangan," pungkasnya.



Simak Video "Kelezatan Sosis Bedug Pengging Boyolali yang Terkenal Sejak 1950"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT