Keren! Usaha Katering Ayam Milik Keluarga Ini Bertahan Lebih 20 Tahun

Nada Zeitalini Arani - detikFood
Rabu, 23 Feb 2022 15:29 WIB
Abira Food
Foto: Dok. Instagram/@abirafood
Jakarta -

Membuka bisnis kuliner seperti katering tentu punya tantangan tersendiri. Pasalnya di Indonesia yang punya beragam selera makanan, penjual perlu memiliki kepiawaian memasak hingga punya resep khusus sehingga mampu menarik minat konsumen.

Bicara soal pandai memasak, ada sebuah bisnis kuliner katering ayam bakar bernama Abira Food atau Abira Katering yang sudah bertahan lebih dari 20 tahun. Bisnis ini dikembangkan oleh Tania Meita Putri yang mulanya milik sang ibunya yang pandai memasak.

"Usaha ini milik mama awalnya, mama saya memang hobi masak dan suka terima-terima katering awalnya langganan untuk katering kantor. Tapi akhirnya coba jualan ayam bakar dan lebih laku makanya sekarang fokus ke ayam bakar, usaha sudah berjalan 20 tahun semenjak tahun 2000," ujar Tania dalam kepada detikcom.

Usaha yang sudah ada lebih dari 20 tahun itu setiap bulannya mampu menjual 700 ayam bakar. Omzet yang didapatkan tentu tak sedikit yaitu jutaan rupiah per bulannya. Untuk keuntungan bersih sendiri setiap bulan bisa mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.

Akan tetapi selama pandemi, bisnis katering Abira Food ini cukup mengalami penurunan pesanan. Sebab terbatas dan berkurangnya acara-acara besar selama pandemi yang sebelumnya menjadi langganan pesanan mereka. "Terbatas jadi kebanyakan yang pesen buat makan harian aja atau acara-acara kecil," terangnya.

Meski mengalami penurunan pesanan, Tania tetap berusaha menjual secara offline, namun berusaha mengembangkan strategi online. Untuk membantu mengembangkan bisnisnya, ia juga ikut dalam sebuah program bisnis kuliner yaitu 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang diadakan oleh detikcom bersama dengan Kraft Heinz Food Service.

"Saya berharap dengan mengikuti program ini detik dan kraft heinz bisa membantu meramaikan usaha saya mudah2an melalui program ini banyak yg tau ayam bakar abira dan bisa membuat omzet menjadi naik pesat," tutur Tania.

Menurutnya selama mengikuti program tersebut ia mendapatkan ilmu untuk mengembangkan bisnis kuliner yang mulai diterapkannya perlahan. Dari sana ia ingin bisnisnya bisa berkembang, lebih dikenal, dan bisa membuka sebuah restoran.

(akd/ega)