ADVERTISEMENT

Tempat Makan Legendaris Masih Eksis

Bu Wongso Lemu Tawarkan Nasi Liwet Legendaris Solo Sejak 1950

Ari Purnomo - detikFood
Minggu, 05 Des 2021 15:00 WIB
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950
Foto: detikFood/Ari Purnomo
Jakarta -

Selain batik, keragaman kuliner Solo memang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Mereka mengincar makanan nikmat, mulai dari gudeg ceker, selat solo, timlo, hingga nasi liwet.

Berbicara nasi liwet, di Solo ada kedai nasi liwet yang menjadi pionir yaitu Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Kedai nasi liwet yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Keprabon ini sudah ada sejak tahun 1950-an.

Kedai nasi liwet ini bahkan menjadi langganan para wisatawan dari berbagai kota luar Solo, termasuk para pejabat dan artis ibu kota. Rasa gurih yang khas menjadi salah satu daya pikat bagi para pelanggannya sampai sekarang.

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950 Foto: detikFood/Ari Purnomo

Tetapi, mungkin belum banyak yang tahu mengenai sejarah nasi liwet ini hingga dikenal dengan nama Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Menurut Darsini yang merupakan generasi keempat, penjual pertama nasi liwet bukanlah mbah Wongso melainkan sang ibu dari Wongso yakni Karyo.

"Yang pertama jualan itu adalah ibunya dari mbah Wongso, mbah Karyo sekitar tahun 1950-an," terang perempuan 47 tahun itu kepada detikcom ditemui di warungnya, Jumat (3/12/2021).

Darsini menambahkan, tempat pertama mbah Karyo berjualan juga bukan di tempat yang dipakai saat ini. Dahulu tempatnya masih di sudut jalan dekat dengan Jalan Slamet Riyadi.

"Dulu cuma di pojokan itu, bukan di tempat ini. Dulu mbah berjualan masih menggunakan tenggok (tempat yang terbuat dari bambu)," tuturnya.

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950 Foto: detikFood/Ari Purnomo

Untuk berjualan, kata Darsini, Karyo harus naik becak dari rumahnya di Baki, Sukoharjo. Dan selama berjualan penerangan yang digunakan adalah lampu berbahan bakar minyak tanah.

"Setelah mbah Karyo itu, diteruskan oleh mbah Wongso. Dan karena tubuhnya yang gemuk (lemu dalam bahasa Jawa), pelanggan kemudian menamainya mbah Wongso Lemu dan dikenal sampai sekarang," ungkapnya.

Setelah itu, nasi liwet racikan Bu Wongso Lemu semakin digemari. Warungnya terus berkembang hingga bisa membeli dan menempati lokasi jualan sekarang ini.

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Kuliner Legendaris Solo yang Berdiri Sejak 1950 Foto: detikFood/Ari Purnomo

"Sebelumnya ada empat cabang, semuanya di Keprabon sepanjang jalan Teuku Umar. Tapi sekarang tinggal dua saja, saya dan ibu saya bu Suparmi," paparnya.



Simak Video "Jelang Ramadhan, Santri di Ciamis Gelar Festival Liwet Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT