Begini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diekspor ke Eropa

Riska Fitria - detikFood Rabu, 10 Nov 2021 11:00 WIB
Begini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diimpor ke Eropa Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho
Bali -

Di Desa Les, Tejakula, Bali ada tempat pembuatan garam di tepi pantai. Garam yang terkenal berkualitas itu diekspor ke Eropa.

Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali dikenal sebagai desa penghasil garam. Proses pembuatan garam tersebut dilakukan di sepanjang tepi pantai Pantai Tasik Penyumbahan.

Di tepi pantai itu ada petak-petak lahan yang akan digunakan untuk membuat garam. Detikcom dalam Rangkaian Ekspedisi 3.000 Kilometer pun melihat langkah demi langkah proses pembuatannya (10/10).

Baca Juga: Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Garam

1. Produksi Garam Sejak Ratusan Tahun Lalu

Begini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diimpor ke EropaBegini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diekspor ke Eropa Foto: detikcom/Riska Fitria

Kepada detikcom, Chef Gede Yudiawan atau yang akrab disapa Chef Yudi mengatakan bahwa pembuatan garam di Desa Les sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

"Proses garam dari turun temurun dari nenek moyang kami. Ratusan tahun lalu itu. Prosesnya kami di sini memuliakan tanah dan air," ujar Chef Yudi.

Namun, para petani garam di sana tidak terlalu banyak lantaran banyak yang beralih profesi. Chef Yudi menuturkan bahwa jumlah petani garam di Desa Les kini hanya 30 orang.

2. Proses Pembuatan Garam

Begini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diimpor ke EropaBegini Proses Pembuatan Garam di Desa Les Bali yang Diekspor ke Eropa Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho

Lebih lanjut, Chef Yudi menjelaskan bagaimana langkah demi langkah dalam memproses garam. Pertama, air laut disiramkan ke petak-petak tanah untuk kemudian diuapkan.

Proses tersebut disebut juga ngewayahang. Dari proses penguapan itu menghasilkan kandungan garam yang menempel di tanah. Lalu dikeringkan dan digemburkan seperti biji kopi.

"Abis itu dinaikin ke penyaringan yang seperti kukusan itu. Dinaikkan ke sana, diinjak-injak, dipadetin sedikit terus dikucuri air laut lagi," tutur Chef Yudi.

"Yang netes di bawah itu yang dijemur, sehingga menjadi garam," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Cerita Jejak Perjalanan 3000 KM"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com