Sah! Mendoan Khas Banyumas Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Arbi Anugrah - detikFood Sabtu, 30 Okt 2021 19:30 WIB
Tempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari
Banyumas -

Mendoan khas Banyumas ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Mendoan bukan sekadar makanan khas, melainkan identitas Banyumas.

Warga Kabupaten Banyumas patut berbangga sebab mendoan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini ditetapkan dalam sidang warisan budaya takbenda Indonesia 2021 di Hotel Millenium, Banyumas pada Jumat (29/10).

Mendoan tak sekadar makanan bagi warga Banyumas. Makanan berbahan kedelai ini sudah menjadi menu santapan sehari-hari dan menjadi identitas masyarakat Banyumas.

Mendoan konon sudah ada sejak tahun 1870 dan merupakan makanan favorit para adipati zaman dahulu. Tekstur lembek mendoan konon merupakan filosofi untuk karakter orang Banyumas yang fleksibel.

Wouw! Dijamin Kenyang Ngemil Tempe Mendoan Ukuran Jumbo IniTempe Mendoan Ukuran Jumbo Ini Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho

"Setelah kami kirimkan data foto, video dan kajian akademis untuk kebutuhan administrasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, lalu diusulkan ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tahun lalu, belum bisa lolos. Tapi tahun ini akhirnya bisa ditetapkan," kata Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Mispan kepada wartawan, Sabtu (30/10/2021).

Dia mengatakan jika mendoan terdaftar sebagai WBTb kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional dari 289 karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari 28 provinsi.

Penetapan mendoan sebagai warisan budaya tak benda ini, lanjut dia sangat membanggakan. Pasalnya proses sejak usulan sudah dilakukan sejak tahun 2020.

Usulan tersebut kemudian diseleksi secara berjenjang melalui beberapa proses yaitu seleksi administrasi oleh Sekretariat Warisan Budaya Takbenda, oleh Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda. Hingga verifikasi dan pemaparan usulan oleh dinas terkait.

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Dia mengatakan jika banyak cara yang dilakukan Pemkab dan masyarakat Banyumas untuk menjaga identitas makanan khas tersebut. Diantaranya penyelenggaraan lomba hingga pembinaan UMKM.

"Pembinaan UMKM melalui program pemberdayaan PKK, juga keberadaan sentra industri rumahan tempe mendoan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran," ucapnya.

Bahkan, ada salah satu hotel di Purwokerto yang pernah menggelar acara pemecahan rekor MURI pembuatan mendoan sebanyak 4.000 lembar.

Selain mendoan, dia mengatakan jika sidang tersebut juga menetapkan kesenian ebeg sebagai WBTb kategori seni pertunjukan.

"Untuk ebeg, sampai harus dua kali sidang untuk mempertahankan argumen. Sebab, kesenian secara bentuk pementasannya memiliki kemiripan dengan di daerah lain, seperti Embleg di Banjarnegara, Jathilan di Purworejo, dan kuda lumping di Jawa Timur. Tapi, secara substansi di Banyumas namanya ebeg," tutupnya.



Simak Video "Menjajal Tempe Mendoan Jumbo, Oleh-oleh Khas Purwokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
dMentor
×
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno Selengkapnya