Cara Onde-onde Njonja Moeda Jaga Orisinalitas Sejak 1975

Angga Laraspati - detikFood
Sabtu, 30 Okt 2021 13:57 WIB
Onde-onde Njonja Moeda
Foto: Instagram/@njonjamoeda.solo
Jakarta -

Masa pandemi memang menghantam beberapa sektor usaha di Indonesia. Tak terkecuali onde-onde Njonja Moeda yang sudah eksis sejak tahun 1975.

Pemiliknya Debby Natalia (30) mengatakan usaha yang dibuatnya tersebut merupakan usaha turun temurun dari sang nenek. Ia pun hingga saat ini tetap berupaya mempertahankan keasliannya dengan terus turun memantau proses pembuatan onde-onde.

"Untuk menjaga keasliannya itu kita para pemilik langsung turun untuk memantau pembuatannya. Jadi sekalipun kita kan pasti sudah ada tuh komposisinya. Misalnya terigu nih pada sistem tertentu dia kualitasnya kurang baik, sehingga ketika dicampur dengan resep yang sesuai takarannya hasilnya nggak maksimal," kata Debby saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/10/2021).

Debby juga mengatakan onde-onde yang dibuatnya berbeda dari onde-onde yang ada di Solo. Onde-ondenya diklaim lebih empuk. Berbeda dari onde-onde lainnya yang dinilai terlalu keras atau terlalu lembek.

Ia pun menegaskan kunci untuk menjaga keaslian onde-onde tersebut adalah quality control yang dilakukan terus menerus, sehingga onde-onde yang dihasilkan olehnya lebih wangi dan enak. Untuk produknya, onde-onde Njonja Moeda memiliki 6 varian rasa yaitu Keju, Kopi, Moka, Milo, Kacang dan yang terbaru adalah jahe gula aren.

Di masa pandemi kali ini, Debby juga punya strategi untuk tetap eksis. Sebelum pandemi, memang Debby memfokuskan diri untuk menjual produknya sebagai oleh-oleh saja. Tetapi seiring adanya kebijakan PPKM dari pemerintah, Debby mulai fokus untuk berjualan via digital.

"Pandemi itu membuat kita harus mempelajari sistem online. Jadi cobalah untuk ikut webinar yang diadakan oleh komunitas di Solo. Dari situ kita belajar istilah-istilah dan algoritmanya," imbuhnya.

Ia pun akhirnya fokus menjual di e-commerce yang memang sudah ia geluti sebelum pandemi yaitu Tokopedia. Sebelumnya, ia hanya memanfaatkan Tokopedia sebagai etalase dan tidak dimaksimalkan, tetapi setelah masa pandemi ia mulai fokus untuk menjual online dengan memasuki foto-foto yang bagus hingga gencar dalam melakukan promo.

Dari situ, ia belajar untuk membuat produknya mudah dicari orang lewat fitur topads Tokopedia yang memungkinkan usahanya jadi top search di Tokopedia. Berkat hal tersebut, usaha yang ia geluti mampu meraup kenaikan dalam jumlah transaksi hingga berkali-kali lipat dan menambahkan pelanggan lebih luas.

Tokopedia juga sangat membantu bisnisnya selama pandemi saat ini. Apalagi dengan adanya PPKM selama bertahun-tahun membuat wisatawan enggan untuk datang ke Solo. Ia juga mengaku kini pelanggannya didominasi dari daerah Jabodetabek.

"Tokopedia itu bisa menggantikan itu banyak bisnis lain yang ibaratnya kayak memangkas karyawan terus ada banyak PHK atau apa, kita bisa Survive di situ kita masih bisa menghidupi karyawan kita masih bisa masih seperti itu," ujar Debby.



Simak Video "Tren Transaksi Tokopedia di Papua Meningkat di Kuartal II 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)