Angka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini Jumlahnya

Robby Bernardi - detikFood Jumat, 29 Okt 2021 10:45 WIB
Angka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini Jumlahnya Foto: detikcom/Robby Bernardi
Pekalongan -

Pekalongan dulu dikenal sebagai lokasi pelabuhan ikan nusantara terbesar, namun kini Angka Konsumsi Ikan (AKI) warganya rendah. Angka ini bahkan sangat jauh dari AKI Nasional yaitu 54,49 kg pertahun.

Angka konsumsi Ikan (AKI) di Jawa Tengah pada tahun 2020 cukup rendah, yakni 35,99 kilogram (kg) perkapita pertahun. Angka tersebut masih jauh dari angka konsumsi nasional yang sebesar 54,49 kg perkapita pertahun.

Bahkan Jawa Tengah termasuk paling rendah, di urutan nomor 33 dari 34 propinsi yang ada di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Arif Rahman Hakim, Kabid Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Kamis Sore (28/10) dalam acara Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Technoparck Perikanan Kota Pekalongan.

"Angka Konsumsi Ikan (AKI) Jawa Tengah di urutan nomor dua dari bawah nomor 33, yakni 35,99 kg perkapita pertahun. Kota Pekalongan sendiri angka konsumsi ikannya 32,12 kg perkapita pertahun. Masih jauh dari angka nasional yakni 54,49 kg perkapita pertahun," katanya.

Menurut Arif, kegiatan gemar makan ikan tersebut dilaksanakan setiap setahun sekali. Namun, tetap saja Jawa Tengah masih berada jauh dari AKI nasional.

"Kegiatan ini (Gemarikan) sebenarnya setiap tahun. Namun, progresnya saya rasa masih lambat," katanya.

Baca juga: Punya 4 Manfaat, Benarkah Ikan Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Angka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini JumlahnyaAngka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini Jumlahnya Foto: detikcom/Robby Bernardi

Bila sebelumnya program Gemarikan menyasar anak-anak, saat ini pihaknya mengubah pola dengan lebih menyasar ibu-ibu.

"Kita berusaha mengubah pola-polanya. Awalnya kita sasarannya anak sekolah, kemudan kita ubah polanya ibu-ibunya karena anak bergantung makannya pada menu makanan yang disedikan oleh ibunya," ujar Arif.

Kondisi rendahnya AKI di Jawa Tengah ini terlihat miris sebab Jawa Tengah memiliki luas laut sebesar 1.640.000 hektare dengan hasil perikanan yang melimpah.

Di tempat yang sama, Walikota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengakui bahwa Kota Pekalongan angka konsumsi ikannya rendah jauh dari angka konsumsi ikan nasional. Dirinya sendiri merasa heran, padahal di tahun 1990-an, menurut Aap, Kota Pekalongan dikenal sebagai lokasi pelabuhan ikan nusantara terbesar.

"Itu PR kita. Kita kerjasama dengan PKK, akan lebih membudayakan kembali gemar makan ikan. Kita daerah pesisir, ikan bisa didapat dengan harga terjangkau. Tinggal kita maksimalkan kita gerakan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak," jelasnya.

Angka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini JumlahnyaAngka Konsumsi Ikan di Jateng Terendah Nomor 2, Segini Jumlahnya Foto: detikcom/Robby Bernardi

Pihaknya akan merasa optimis, terlebih saat ini aneka olahan ikan semakin beragram.

"Yang dulu ikan biasanya dipanggang, bakar atau diasapi, saat ini olahan ikan sudah beragam. Produknya seperti kerupuk ikan, sarden, dan lain-lainnya," ungkap Aap.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Tegal yakni M Taufik Amrozi, memberikan sarana-prasarana untuk mengolah ikan kepada dua kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) di Kota Pekalongan.

"Kalau kami memberikan bantuan pada dua kelompok, agar UMKM olahan ikan kembali bersemangat di tengah pendemi seperti saat ini. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan olahan ikan agar lebih higienis, efisien produksinya," ungkapnya.

"Jadi tidak semata-mata nelayan hanya menjual ikan segar saja, namun diolah baik dalam bentuk terasi, keripik ikan, dan lain sebagainya," tambah M Taufik Amrozi.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak mendapatkan bantuan berupa makanan olahan ikan, yang dibuat oleh UMKM di Jawa Tengah.

Baca juga: Apa Benar Konsumsi Ikan Bisa Cegah Penyakit Asma?



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
dMentor
×
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno
Mulai Bisnis Ala Sandiaga Uno Selengkapnya