Selama Pandemi, Omzet Ayam Goreng Pak Supar Semarang Turun 50%

Riska Fitria - detikFood Sabtu, 16 Okt 2021 14:00 WIB
Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50% Foto: detikcom/Riska Fitria
Semarang -

Sudah ada sejak 1974, Ayam Goreng Pak Supar di Semarang ini selalu diantre pembeli. Namun semenjak pandemi, warungnya mengalami penurunan omzet hingga 50%.

Ayam Goreng Pak Supar menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Semarang, Jawa Tengah. Apalagi lokasinya yang strategis, berada di Jalan Moh. Suyudi No 48.

Ayam goreng racikan pak Supar sudah terkenal enak sejak tahun 1974. Berawal dari gerobak keliling hingga akhirnya menempati sebuah bangunan permanen di tahun 1994.

Baca Juga: Kosong Melompong! Begini Kondisi Pusat Oleh-oleh Krisna di Buleleng Bali

Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50%Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50% Foto: detikcom/Riska Fitria

Kelezatan ayam goreng yang konsisten membuat warung ayam tersebut selalu diantre pembeli. Kami pun menyambangi warungnya bersama Wuling Almaz RS dalam rangkai ekspedisi 3.000 km (13/10).

Kepada detikcom, salah satu karyawan di sana mengatakan bahwa mayoritas pembeli di sana adalah wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dan adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak besar bagi mereka. Terutama pada awal-awal pandemi COVID-19 saat dilakukan PPKM ketat di berbagai daerah. Wisatawan mulai sepi dan membuat warungnya tutup beberapa bulan.

"Sempat tutup tiga bulan ini warungnya," ujar salah satu karyawan.

Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50%Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50% Foto: detikcom/Riska Fitria

Lebih lanjut, karyawan tersebut juga menceritakan tentang perubahan yang terjadi sebelum dan saat pandemi. Salah satunya pada jumlah ayam potong yang digunakan sebagai menu utama di sana.

Sebelum pandemi, warung Ayam Goreng Pak Supar dapat menghabiskan sebanyak 100 ekor ayam dalam sehari. Sementara itu, selama pandemi kini warungnya hanya bisa menghabiskan 50 ekor saja.

"Dulu pas normal bisa nyampai 100 ekor. Kalau pandemi gini paling ya 50-an ekor sudah Alhamdulillah," tuturnya.

Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50%Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50% Foto: detikcom/Riska Fitria

Kondisi itu berkaitan dengan adanya aturan pembatasan yang selalu diperpanjang setiap waktu. Seiring berjalannya waktu, warung Ayam Goreng Pak Supar pun kembali bangkit.

Para karyawan berharap agar kondisi dapat kembali normal agar wisatawan bisa mencicipi ayam goreng yang legendaris tersebut.

"Ya semoga kedepannya tidak ada PPKM lagi," tutupnya.

Baca Juga: Sempat Tak Buka 2 Bulan, Kini Gudeg Pawon Buka Sore Hari



Simak Video "Cerita Jejak Perjalanan 3000 KM"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com