Berani Resign! Pengusaha Kuliner Jepang-Korea Ini Kini Punya 4 Cabang

Faidah Umu Sofiroh - detikFood Senin, 11 Okt 2021 17:03 WIB
Mentai Ramai Foto: Mentai Ramai
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang datang secara tiba-tiba di awal 2020 lalu mengubah banyak kehidupan orang, termasuk Traviata Prakarti. Pemilik Mentai Ramai ini bercerita awal mula ia membangun bisnis kuliner Japanese Food dan Korean Streetfood Snack saat pandemi.

"Berawal dari tekad ingin membantu finansial keluarga terutama suami sebagai pencari nafkah utama yang terkena dampak pandemi, resign dari perusahaan karena baru melahirkan, adik baru saja masuk perguruan tinggi karena biaya yang besar. Saya memberanikan diri untuk membuka bisnis ini saat pandemi (tahun 2020)," ungkap Traviata kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Bermodalkan pengetahuan yang minim terhadap dunia kuliner, Japanese & Korean food, ia belajar secara otodidak mengenai resep dan trial error bisnis ini berdua bersama suaminya. Perjuangannya pun membuahkan hasil, kini ia bisa membuka 4 cabang Mentai Ramai.

"Pada akhirnya kami dapat membuka 4 cabang, membuka kemitraan dengan cara franchise, dan menjalin kerja sama dengan cloud kitchen," ucapnya.

Kini, Traviata mengaku mendapatkan penghasilan sebesar Rp 30 juta per bulan. Dalam sebulan, ia juga bisa menjual hingga 300 porsi. Meskipun omzet dan penjualan Mentai Ramai sudah cukup tinggi di masa pandemi, tapi Traviata berharap omzet bisa semakin meningkat saat pandemi usai.

Dalam mengembangkan bisnisnya, lanjut Traviata, ia bekerja sama dengan cloud kitchen. Tujuannya yaitu untuk meminimalisir biaya modal atau investasi awal. Selain itu, ia juga rutin mengikuti program promosi di e-commerce untuk menarik konsumen. Traviata juga memberikan biaya franchise fee yang terjangkau untuk memudahkan orang lain dalam memulai usaha.

Sebagai informasi, owner Mentai Ramai ini merupakan salah satu foodpreneur beruntung yang berhasil masuk ke dalam 10 besar peserta terpilih 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Traviata mengatakan tujuannya mengikuti program detikcom x KraftHeinz Food Service yaitu ingin belajar mengenai bisnis food and beverage (F&B).

"Ingin belajar secara lebih mendalam dan terarah mengenai bisnis F&B saat ini karena saya bukan dari background pendidikan bisnis atau keluarga pebisnis, dan sebelumnya juga belum pernah mengembangkan bisnis saya ke arah yang lebih serius," ungkap Traviata.

Mentai RamaiCoaching class program Kraft Heinz Food Service Foto: Kraft Heinz

Setelah mengikuti program ini, ia pun mengaku menjadi semakin tahu arah bisnis kulinernya di masa depan. Ia juga berharap bisnisnya bisa tumbuh dengan cepat, memiliki lebih banyak cabang dan meningkatkan omzet setelah mengikuti program ini.

"Very insightful dan sangat bermanfaat! Saya jadi lebih tahu arah bisnis saya mau dibawa ke mana, dan lebih visioner untuk menentukan langkah ke depan. Saya berharap dengan program ini bisa membuat bisnis saya growing faster, banyak cabang, dan omzet meningkat," pungkasnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com