Bubur Tasik Racikan Mey Sukses Manjakan Lidah Seusai Gowes

Erliana Riady - detikFood Minggu, 10 Okt 2021 11:35 WIB
bubur tasik enak di blitar Foto: detikFood/Erliana Riady
Jakarta -

Bersepeda di akhir pekan lebih bahagia jika diselingi sarapan. Bubur Tasik menjadi menu favorit goweser di Kota Patria. Karena porsinya dan rasanya pas usai mengayuh sepeda kembali ke rumah.

Bubur Tasik biasanya mangkal di sisi timur Taman Rakyat Kebonrojo di Jalan Diponegoro, Kota Blitar. Buka mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB, bubur Tasik tampil beda karena disajikan tanpa kuah. Teksturnya lembut, pulen dan rasanya gurih.

Bubur Tasik bikinan Mey Meawathie, wanita kelahiran Tasikmalaya, Jabar. Usaha ini dirintisnya sejak sebulan lalu, menyiasati pandemi yang membuat bisnis onlinenya mengalami penurunan omzet.

bubur tasik enak di blitarbubur tasik enak di blitar Foto: detikFood/Erliana Riady

"Kan orang Blitar bilangnya Tasik ya. Jadi saya bikin namanya bubur Tasik saja biar gampang dihafalkan. Dan bubur tanpa kuah ini memang khas Tasik tapi rasanya menyesuaikan selera warga Blitar," tutur Mei kepada detikcom, Minggu (10/10/2021).

Mey akan memberi topping beragam varian, sesuai selera para pembeli. Kalau ada yang suka merica, diatas bubur akan ditaburi bubuk merica untuk menambah rasa pedas. Lalu ditaburi suwiran daging ayam, cakue, kedelai, daun bawang, bawang merah goreng, merica, kecap manis dan sambal.

bubur tasik enak di blitarbubur tasik enak di blitar Foto: detikFood/Erliana Riady

"Tergantung selera pembeli, kadang ada yang gak suka kacang kedelai dan kecap. Kadang ada yang gak suka diberi lada. Saya ikut saja apa kata pelanggan," ujar wanita berhijab ini.

Seporsi bubur Tasik dijual seharga Rp 8.000. Jika hari kerja, sebanyak 30 porsi bubur Tasik akan habis dalam hitungan tiga jam. Namun di akhir pekan, biasanya para penggowes sepeda memesan terlebih dulu untuk dinikmati bersama-sama, usai mereka bersepeda keliling Kota Patria.

bubur tasik enak di blitarbubur tasik enak di blitar Foto: detikFood/Erliana Riady

"Kalau hari biasa, saya masak bubur tiga kilogram beras. Tapi kalau akhir pekan, bisa tiga kali lipat soalnya banyak pesanan dari komunitas pesepeda. Alhamdulillah, bisa membantu perekonomian keluarga," imbuhnya.

Karena rasanya gurih mantap, tak heran banyak pejabat menjadi pelanggan tetap bubur Tasik yang dikonsumsi sebagai sarapan harian di kantor kala hari efektif kerja.

Bubur Tasik juga menjadi menu favorit komunitas goweser. Karena mereka menilai, bubur Tasik tergolong makanan ringan yang cocok dikonsumsi usai mengayuh sepeda.

"Gak bikin mbesesek kalau habis gowes. Makanan ringan tapi rasanya mantap dan sehat karena tanpa kuah santan," aku Didik Sartono, seorang anggota Gowes Semar.



Simak Video "Cita Rasa Bubur Cilamaya Khas Karawang yang Legendaris"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com