Menu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di Grobogan

Manik Priyo Prabowo - detikFood Senin, 27 Sep 2021 12:30 WIB
Menu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di Grobogan Foto: detikFood/Manik Priyo Prabowo
Grobogan -

Menyantap nasi jagung, sayur lompong dan yuyu sawah kini jadi kenikmatan tersendiri. Padahal dulu dikenal sebagai makanan warga miskin, kini jadi buruan.

Pada masa kolonial, masyarakat Indonesia harus makan seadanya. Termasuk warga Desa Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Saat itu mereka makan menu nasi jagung, sayur lompong denganlauk yuyu sawah. Menu makan nasi jagung dan yuyu sawah ini jadi menu warga miskin saat itu dan ternyata kini diburu pecinta kuliner.

"Dulu saya sering makan ini karena orangtua masak buat keluarga. Hampir tiap hari makan nasi jagung karena beras mahal dan kondisi perekonomian susah. Sampai akhirnya tahun 1991 saya coba bikin warung makan nasi jagung dengan lauk dan pendamping Yuyu (kepiting sawah). Sayurnya itu sayur lompong Yuyu (kepiting sawah) dan peyek Yuyu. Alhamdulillah laris sampai sekarang," Ujar Rasiyem (60) saat ditemui Detikcom, Sabtu (26/9/2021).

Menu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di GroboganMenu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di Grobogan Foto: detikFood/Manik Priyo Prabowo

Jika dulu ia membuka warung makan sederhana ini sendiri, kini warung makan nasi jagung sayur lompong yuyu ini sudah ada lima warung. Warung ini mulai banyak berdiri usai permintaan pecinta kuliner meningkat. Bahkan meski sudah ada beberapa warung, Ibu Rasiyem sehari bisa menghabiskan minimal 20 kg yuyu sawah per hari. Pecinta kulinerberasal dari kalangan pejabat dan pecinta kuliner dari luar Grobogan.

"Sekarang banyak yang mencari karena sudah jarang orang memasak nasi jagung khas lauk dan sayur berbahan yuyu. Bisa disebut kuliner khas Grobogan, karena belum pernah ada dan dengar kuliner nasi jagung lompong yuyu di daerah lain," lanjut Rasiyem.

Untuk mencari yuyu sawah suku Gecarcinucidae ini tidak susah karena menyebar di sawah Pulau Jawa dan Bali. Yuyu ini biasa ditemukan di sawah-sawah, parit dan tanah bencah pada umumnya. Namun, jika musim kemarau tiba, Yuyu sawah ini susah dicari. Begitu juga menu nasi jagung sayur lompong yuyu sangat langka karena pasokan yuyu terbatas.

Menu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di GroboganMenu Yuyu Sawah yang Ada di Musim Hujan Ini Kini Jadi Buruan di Grobogan Foto: detikFood/Manik Priyo Prabowo

Yuyu sawah ini bentuk dan ukurannya mirip baby crab atau kepiting kecil, meskipun ukurannya juga ada yang besar. Yuyu banyak hidup di sawah yang bertanah becek. Dianggap sebagai hama, tetapi yuyu juga enak dimakan karena rasanya gurih enak. Bisa diolah digoreng atau dibuat rempeyek dan sayur dengan lompong (keladi).

Selain langka dan masuk kategori makanan ekstream, menu Nasi Jagung Yuyu ini juga kategori murah meriah. Nasi Jagung Yuyu ini harganya tak sampai Rp 20.000. Berupa nasi, sayur lompong yuyu, peyek yuyu, tuman Yuyu dan minum segelas teh. Kalau lewat Grobogan terutama di awal musim hujan, jangan lewatkan makan nasi jagung yuyu yang sedap ini.



Simak Video "Momen Keluarga Miskin di Sukoharjo Ditawari Rusunawa oleh Bupati"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com