Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen!

Mochamad Saifudin - detikFood Jumat, 24 Sep 2021 14:15 WIB
Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen! Foto: detikcom/Mochamad Saifudin
Demak -

Penjual jamu tradisional di Demak, Jawa Tengah mengaku dagangannya laris selama pandemi Corona. Pasalnya banyak pembeli memburu minuman alami dari berbagai rempah ini.

"Dulu bawanya 20 botol, sekarang 30-35 botol," jelas seorang penjual jamu tradisional dengan gerobak, Susi Amiyati (45) saat dijumpai detikcom di Gang Dukuh Bogorame, Kecamatan Demak Kota, Rabu (22/9/2021). Dari penambahan jumlah botol yang terjual, omzet yang ia peroleh juga bertambah hingga 75 persen.

Susi yang sudah berjualan 26 tahun tersebut, mengatakan bahwa omzet satu botol jamu mencapai Rp 25 ribu. Jika dikalkulasikan, penjualan 20 botol jamu berarti menghasilkan Rp 500 ribu. Kalau yang terjual 30 botol, omzetnya mencapai Rp 875 ribu per hari.

Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen!Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen! Foto: detikcom/Mochamad Saifudin

Wanita asal Wonogiri tersebut berangkat dari kontrakannya di Demak Kota dari pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Ia mendorong gerobak jamu tradisionalnya sejauh lima kilometer lebih dan kerap memasuki setiap gang perumahan.

"26 tahun jualan jamu tradisional jalan kaki. Dulu pakai gendong sekarang dorong dengan gerobak. 5 kilometer lebih (setiap hari), ke Perumnas, Gedung KONI masuk, 7 gang itu panjang panjang. Terus balik lagi," tutur Susi.

Satu porsi jamu tradisional disajikan dengan gelas kecil setinggi sekitar 8 cm. Harganya murah meriah yakni Rp 3 ribu. Ia menuturkan jamu yang laris diburu saat ini yaitu jamu empon-empon, yang memiliki kandungan rempah jahe dan banyak lainnya.

Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen!Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen! Foto: detikcom/Mochamad Saifudin

"Kayu manis, kapulogo, daun sere, segala macam, itu bumbunya. Yang banyak dicari itu temulawak, jahe, sambiroto yang laris. Namanya jamu empon-empon," kata Susi.

Susi mengatakan, jamu tradisional yang ia jual yaitu jamu temulawak, cabe lempuyang, kunir asem, beras kencur, brotowali, sambiroto, daun sirih, daun sirsak, dan lain sebagainya.

"Sama empu kunir tawar untuk sakit magh. Temulawaknya juga tawar untuk yang sakit lambung. Ada anggur tolak angin, ada wejangan, parem, sawanan. Komplit," terangnya.

Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen!Laris Manis Saat Pandemi, Omzet Penjual Jamu Keliling Ini Naik 75 Persen! Foto: detikcom/Mochamad Saifudin

Susi pun mengaku selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Demak, dirinya sempat libur. Ia menyebut usai Lebaran dirinya sempat libur selama 2 bulan.

"Ini baru jualan lagi sekitar dua minggu," terangnya.

ket; Penjual jamu tradisional keliling menggunakan gerobak naik omset selama pandemi Corona



Simak Video "Ini Dia Loloh Cemcem, Jamu yang Berkhasiat!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com