Ikuti Aturan, Pengusaha 'Pempek Belido' Tak Pakai Ikan Belida

Prima Syahbana - detikFood Selasa, 07 Sep 2021 16:45 WIB
Ikuti Aturan, Pengusaha Pempek Belida Tak Pakai Ikan Belida Foto: Instagram pempekbelido.id
Palembang -

Pandemi Corona memberi dampak hebat pada pengusaha makanan di Palembang. Salah satu gerai 'Pempek Belido', misalnya, harus ditutup karena pandemi. Pihaknya pun mengupayakan penjualan via online.

"Saya buka usaha 'Pempek Belido' itu sejak Agustus 2019 setelah saya resign bekerja di salah satu optik ternama. Tapi karena pandemi COVID meledak di Desember 2019, gerai saya terpaksa di tutup karena saya tak mampu bayar sewa," kata pemilik Pempek Belido, Pregi Santosa Dasuan kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

Pregi mengaku, sejak gerai makanan yang bernama 'Pempek Belido' beralamat di wilayah Kenten Laut, Banyuasin itu ditutup, ia tidak putus asa begitu saja. Dia melanjutkan usahanya dengan sistem daring (online), bahkan ia pernah menggelar pameran makanan khas Palembang di Jerman.

"Sejak tutup itu saya coba jualannya dengan sistem pemesanan toko online atau telepon yang melayani pengiriman di seluruh Indonesia. Saya 2019 itu juga pernah ikut pameran di Jerman," katanya di Palembang.

Nama usahanya, 'Pempek Belido' kini tengah menjadi sorotan publik, terutama di Palembang. Pasalnya kini pemerintah melarang konsumsi ikan belida. Menanggapi hal ini, Pregi membantah jika selama ini ia menggunakan bahan baku ikan belida seperti nama usahanya itu.

Ikuti Aturan, Pengusaha 'Pempek Belida' Tak Pakai Ikan BelidaIkuti Aturan, Pengusaha 'Pempek Belida' Tak Pakai Ikan Belida Foto: Instagram pempekbelido.id

"Cuma nama usahanya saja 'Pempek Belido' tapi bahan bakunya bukan dari ikan belida melainkan dari ikan putak yang dicampur dengan ikan gabus. Dari mulai buka usaha saya sudah gunakan ikan putak bukan ikan belida, nama 'Pempek Belido' itu juga sudah disetujui HKI," jelasnya.

Pregi juga menyebut sampai sejauh ini usahanya itu terbilang maju dan ada peningkatan sejak ia memulainya di tahun 2019 lalu. Hal itu, mungkin karena memang rasanya yang lezat dan nama usahanya yang mengaitkan nama ikan belida.

"Alhamdulillah usaha saya survive, terus ada peningkatan meski cuma pakai ikan putak yang dicampur. Kalau memang kedepannya ikan putak juga dilarang pemerintah, pasti saya akan patuh dengan pemerintah untuk memilih ikan lain sebagi bahan baku," jelasnya.

Ikuti Aturan, Pengusaha 'Pempek Belida' Tak Pakai Ikan BelidaIkuti Aturan, Pengusaha 'Pempek Belida' Tak Pakai Ikan Belida Foto: Instagram pempekbelido.id

Sedangkan ikan putak sendiri diketahui ada kemiripan dengan ikan belida. Menurut salah satu Pejabat Peneliti Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan (BRPPUPP) Palembang, Ike, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penelitian apakah ikan putak juga termasuk dalam katagori hewan dilindungi atau tidak.

"Memang ada kemiripan antara ikan putak dan ikan belida jawa yang dilindungi. Tapi kita akan melakukan upaya mencari informasi apakah ikan putak itu status di lindungi atau tidak. Atau dilindungi penuh atau dilindungi terbatas," kata Ike.

Kepala Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Palembang, Maputra Prasetyo, menyebut pihaknya juga masih berkoordinasi dengan BRPPUPP Palembang terkait status ikan putak tersebut.

"Kalau terkait ikan putak, itu kita belum tahu di lindungi atau tidak karena ada kemiripan dengan belida lopis yang diantur Permen (Peraturan Menteri). Ikan putak itu kan bahasa lokal. Kita juga masih menunggu informasi dari BRPPUPP," katanya terpisah.

Sebelumnya, informasi terkait larangan mengkonsumsi ikan belida disampaikan Maputra, sesuai dengan Peraturan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 1 tahun 2021 ikan belida dilarang untuk di konsumsi.

"Iya benar, berdasarkan Kepmen KKP nomor 1 tahun 2021. Kepmen jenis ikan yang dilindungi," kata Kepala Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Palembang, Maputra Prasetyo, dikonfirmasi detikcom, Selasa (1/9/2021).



Simak Video "Bikin Laper: Jajal Pempek dan Model Khas Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com