Bisnis Kuliner Mantan Chef

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi

Riska Fitria - detikFood Sabtu, 04 Sep 2021 11:00 WIB
Jakarta -

Mantan chef di hotel bintang 5 di Dubai ini berani membuka bisnis kuliner sendiri dari nol. Ia dan suami bahkan hanya memanfaatkan garasi rumah sebagai gerainya.

Terkadang kita harus berani keluar dari zona nyaman kita. Sebab dengan begitu, kita bisa mendapatkan banyak pengalaman yang berbeda. Hal itulah yang menjadi prinsip wanita bernama Fransiska Fortunata Layal.

Fransiska dulunya merupakan seorang mantan chef di hotel Grand Hyatt di Dubai. Ia bekerja di bagian kitchen untuk meracik makanan autentik khas Jepang. Itu dilakukan selama 2 tahun.

Baca Juga: Berjuang di Tengah Pandemi, Mantan Chef Hotel Ini Jualan Pukis di Pinggir Jalan

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari GarasiDari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi Foto: detikcom/Riska Fitria

Kepada detikcom (01/09) Fransiska menceritakan kisahnya yang akhirnya berani memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai chef. Ia kemudian pulang ke Indonesia untuk mendirikan bisnis kuliner sendiri.

Dari pengalamannya tersebut, Fransiska mendirikan bisnis kuliner yang menawarkan aneka makanan khas Jepang. Bisnis kulinernya itu diberi nama Fure Sushi dengan menu andalannya adalah aneka sushi.

Fure Sushi sendiri sudah berjalan sejak 2016. Gerai pertamanya hanya memanfaatkan garasi rumah Fransiska yang berlokasi di kawasan Duri, Jakarta Barat. Dalam menjalani bisnisnya ini, ia dibantu dengan sang suami.

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari GarasiDari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi Foto: detikcom/Riska Fitria

Sang suami, Rudi Candra Wibowo dulunya juga bekerja di hotel Rosewood di Abu Dhabi sebagai supervisor. Mengikuti jejak sang istri, Rudi pun nekat memutuskan untuk membantu sang istri menjalani bisnis kulinernya.

Alasan di balik keputusan mereka ingin pulang ke Indonesia dan mendirikan bisnis kuliner adalah karena mereka ingin membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang lain.

"Selain itu, juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia juga tentang makanan Jepang. Soalnya banyak sushi murah di Jakarta tapi cara gulungnya salah," ujar Fransiska.

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari GarasiDari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi Foto: detikcom/Riska Fitria

Sebab menurut Fransiska, sushi khas Jepang bukan hanya sekadar nasi yang digulung. Ada cara tertentu untuk menggulung sushi yang dapat menghasilkan rasa lebih autentik.

Tak mudah bagi Fransiska dan Rudi untuk menjalani bisnis kuliner ini dari 0. Awalnya Fransiska memulai berjualan sushi dengan menaruh sushi di pasar. Tak disangka sushinya itu disambut antusias oleh pelanggan.

"Saya bangun jam 5 subuh buat naro sushi di pasar-pasar. Responsnya juga oke, kemudian suami memutuskan untuk resign dan itu hal yang berat," ujar Fransiska.

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari GarasiDari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi Foto: detikcom/Riska Fitria

Setelah itu, sushi tersebut dijual secara online. Untuk promosi pun hanya awalnya hanya dilakukan secara mulut ke mulut. Hingga akhirnya mereka membuka gerai pertama mereka yang bertempat di garasi rumah sendiri.

Usahanya kemudian semakin berkembang, apalagi mereka terus berinovasi dengan mengeluarkan menu-menu baru dan unik. Salah satu yang menarik adalah Birthday Sushi. Jadi, sushi-sushi disusun bertingkat seperti layaknya kue ulang tahun.

"Sekarang kita punya tiga cabang, yang di sini di Duri itu pusat. Terus ada juga di Gajah Mada Food Street dan di Serpong," tutur Rudi.

Untuk menjaga kualitas, mereka benar-benar menggunakan bahan-bahan yang dibuat secara homemade. Adanya pandemi COVID-19 pun menjadi tantangan berat bagi Fransiska dan Rudi.

Dari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari GarasiDari Hotel Bintang 5 di Dubai Sukses Buka Gerai Sushi dari Garasi Foto: detikcom/Riska Fitria

Bahkan itu sampai membuat salah satu gerainya harus tutup karena adanya aturan pembatasan dari Pemerintah. Namun, mereka pun berhasil bertahan hingga kini ia memiliki 13 karyawan.

Untuk menu-menu yang ditawarkan ada mulai dari Sushi, Bento Box, Donuri, Takoyaki, Onigiri, Nasi Bakar, lengkap dengan menu minuman seperti Green Tea dan Ice Lychee Tea. Harganya kisaran Rp 20.000 - Rp 60.000.

"Kalau mau sukses intinya hari berani mencoba. Kita gak bisa stay di zona nyaman kita. Jadi kita harus berani membuat sesuatu. Itu belajar setiap hari," tutup Rudi.

Baca Juga: Chicken Steak Pak Madi: Empuk Juicy Chicken Steak buatan Mantan Chef Pejabat

(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com