Legit Hangat! Wedang Ronde dari Ubi Jalar dari Kudus

Dian Utoro Aji - detikFood Selasa, 17 Agu 2021 11:19 WIB
Wedang Ronde Ubi Jalar Foto: detikFood/Dian Utoro Aji
Jakarta -

Warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini membuat wedang ronde unik. Tidak terbuat dari tepung ketan tetapi dari ubi jalar yang legit dan disajikan dengan kuah manis.

Adalah Siti Zamroh bersama Astuti warga Desa Janggalan Kecamatan Kota. Keduanya kesempatan membuat wedang ronde ubi jalar atau ubi manis atau ubi rambat untuk dilombakan pada acara HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan warga setempat.

Siti mengatakan wedang ronde yang dibuat berbeda dari biasanya. Wedang ronde buatannya dari ubi jalar yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh.

Wedang Ronde Ubi JalarWedang Ronde Ubi Jalar Foto: detikFood/Dian Utoro Aji

"Ini wedang ronde ubi rambat, bedanya biasanya pakai wedang ronde bulatannya itu pakai ketan, nah ini untuk kesehatan diganti dengan ubi rambat," ungkap Siti ditemui detikcom di Balai Desa Janggalan, Senin (16/8/2021) .

Sementara untuk kuah wedang ronde sama dengan wedang ronde umumnya. Wedang ronde ubi jalar buatannya diyakini bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

"Khasiatnya untuk pengganti karbo untuk yang ubi rambat, kolang kaling untuk aestoporosis kemudian itu kan terdiri kuah jahe, emprit, daun pandan, dan serai. Ini bagus untuk mengatasi meriang," terang dia.

Siti mengatakan baru kali ini membuat wedang ronde dari ubi jalar. Ia juga menerima pesanan wedang ronde ubi jalar. Disebutkan untuk membuat wedang ronde enam porsi membutuhkan biaya sebanyak Rp 30 ribu.

"Inspirasi memang senang wedang yang panas-panas. Kemarin syaratanya pakai harus ketela. Makanya itu saya ambil ubi rambat," jelasnya.

Wedang Ronde Ubi JalarWedang Ronde Ubi Jalar Foto: detikFood/Dian Utoro Aji

"Ini kalau ada pesan dibuatkan, ini biayanya Rp 30 ribu untuk enam porsi," ungkap Siti.

Terpisah Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz mengatakan kali ini menggelar perlombaan masak yang diikuti ibu PPK Desa Janggalan Kecamatan Kota. Di tengah pandemi ada sebanyak 13 peserta. Tujuannya di samping memperingati kemerdekaan, lomba memasak ini diharapkan dapat muncul ide kreatif masyarakat. Sehingga bisa menambah ikon baru di Desa Janggalan.

"Menciptakan makanan yang sehat dan kreatif semua tanpa bahan kimia dan bahan pengawet. Harapannya muncul ide kreatif dan layak untuk dipromosikan dan fungsi makanan untuk kesehatan," tambah Noor ditemui di Balai Desa Janggalan.



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com