Pembagian Nasi Jangkrik Favorit Sunan Kudus Tahun Ini Kembali Ditiadakan

Dian Utoro Aji - detikFood Selasa, 10 Agu 2021 14:45 WIB
Jajan Nasi Jangkrik yang Gurih Sedap di Angkringan Kidul Sucen Foto: detikFood/Dian Utoro Aji
Kudus -

Tradisi pelepasan kain selubung atau luwur di Makam Sunan Kudus digelar sederhana saat pandemi COVID-19. Pembagian nasi jangkrik kesukaan Sunan Kudus kembali ditiadakan.

"Kita masa pandemi tidak dibagikan kepada umum, tidak ada antrean pembagian nasi jangkrik. Makanya itu ditiadakan," kata Humas panitia acara buka luwur Sunan Kudus, Muhammad Kharis kepada wartawan ditemui di kompleks makam Sunan Kudus, Selasa (10/8/2021).

Kharis menjelaskan nasi jangkrik merupakan makanan kesukaan Sunan Kudus. Nasi jangkrik ini merupakan nasi dengan lauk daging kerbau yang dibungkus selembar daun jati.

Menurutnya nasi jangkrik biasanya dibagikan kepada warga umum saat puncak tradisi buka luwur Sunan Kudus pada 10 Muharram. Disebutkan biasanya saat puncak buka luwur, warga antre di kompleks Menara Kudus untuk mendapatkan nasi jangkrik.

Pembagian Nasi Jangkrik Favorit  Sunan Kudus Tahun Ini Kembali DitiadakanPembagian Nasi Jangkrik Favorit Sunan Kudus Tahun Ini Kembali Ditiadakan Foto: detikcom/Dian Utoro Aji

"Dulu kan ada antrean umum (pembagian nasi jangkrik) itu tahun ini jelas ditiadakan," ungkap dia.

Dia mengatakan tahun 2020 lalu pembagian nasi jangkrik tetap dilakukan. Namun pembagian secara umum di kompleks menara jumlahnya terbatas. Sedangkan sisanya ribuan nasi jangkrik dibagikan langsung kepada warga di rumah-rumah.

"Biasanya sebelum pandemi sampai 32 ribu bungkus, tahun kemarin 23 ribu bungkus nasi jangkrik," ungkapnya.

Kharis menjelaskan pihak Yayasan Makam, Masjid, dan Menara Sunan Kudus juga telah menerima sedekah buka luwur. Warga dipersilahkan jika mau akan bersedekah untuk acara puncak buka luwur Sunan Kudus.

Jajan Nasi Jangkrik yang Gurih Sedap di Angkringan Kidul SucenPembagian Nasi Jangkrik Favorit Sunan Kudus Tahun Ini Kembali Ditiadakan Foto: detikFood/Dian Utoro Aji

"Tanggal 10 Muharram (puncak buka luwur), intinya berapa sumbangan atau kemudian bahan disedekahkan kami dari panitia memfasilitasi masyarakat," ujar Kharis.

"Buka sedekah kalau beras monggo, uang tunai kami terima, untuk hewan kerbau menerima. Apa yang ingin disedekahkan masyarakat umum, menerima, kemudian mengolah untuk buka luwur nanti," ungkapnya.

Dia menambahkan pada setiap tanggal 1 Muharram dilakukan pelepasan kain selubung atau luwur makam Sunan Kudus. Kemudian pemasangan kembali pada 10 Muharram mendatang.

"Untuk hari ini merupakan pelepasan luwur sudah dimulai, mulai pelepasan luwur Mbah Sunan Kudus mulai tanggal 1 Muharram seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk setiap tanggal 1 Muharram pelepasan luwur itu, mungkin tahun ini pandemi jadi tidak seperti tahun lalu," tambah Kharis.



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com