Yuk Kenalan dengan Emas yang Bisa Dimakan!

Sponsored - detikFood Kamis, 05 Agu 2021 19:01 WIB
Emas yang Bisa Dimakan Foto: Galeri24
Jakarta -

Emas sudah menjadi simbol kekayaan dan kemewahan di hampir setiap belahan dunia. Itu sebabnya emas termasuk dalam salah satu bentuk barang yang paling berharga di dunia dan mempunyai nilai tinggi.

Selain itu Emas juga menjadi logam mulia yang banyak difungsikan, baik untuk mata uang hingga perhiasan. Namun akhir-akhir ini ada fungsi lain dari emas, yakni menjadikannya sebagai bahan makanan.

Kepopuleran makanan yang bertabur dengan emas ternyata banyak diminati oleh orang-orang, walaupun harga yang dijual tergolong sangat mahal. Hal ini Terbukti dengan adanya banyak produsen yang saling berlomba - lomba untuk menyajikan hidangan paling mahal di dunia menggunakan emas, seperti restoran pizza, cupcakes dan ice cream. Makanan yang menggunakan emas tentunya sudah dipastikan tidak beracun dan juga aman untuk dikonsumsi, hal ini disetujui oleh Badan Pengawas Pangan Eropa.

Salah satu bentuk emas yang bisa dimakan dinamai Edible Gold. Edible Gold biasanya dijadikan sebagai garnish yang menambah nilai estetika makanan. Berbagai makanan ditambahkan emas untuk menambah kesan mewah dan spesial. Bentuk emas ini beragam, ada yang bubuk, pecah - pecahan dan lembaran tipis.

Berikut ini merupakan fakta-fakta menarik mengenai emas yang bisa dimakan :

Apa Itu Edible Gold?

Edible gold sendiri merupakan emas 24 karat yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Disebut edible gold karena jenis emas ini tidak mengandung racun dan tidak diserap oleh tubuh, di mana artinya emas telah diurai ketika masuk ke dalam tubuh. Bentuk edible gold ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Edible Gold Leaf ialah lembaran emas tipis. Jenis emas ini dapat diaplikasikan dengan mudah karena cukup ditempel. Gold leaf yang asli mengandung 92 persen emas murni. Lembaran emas yang diberi label food grade dapat digunakan sebagai dekorasi makanan dan minuman yang tidak beracun.
  • Edible Gold Flake, berbentuk pecahan-pecahan yang biasanya digunakan oleh Chef untuk dekorasi makanan dan menaruhnya dengan menggunakan pinset.
  • Edible Gold Dust yaitu jenis emas yang berbentuk bubuk dan untuk mengaplikasikannya dengan menggunakan brush khusus.

Makanan yang Dapat Dicampur dengan Emas

Ada banyak makanan dan minuman yang disajikan dengan menggunakan tambahan edible gold. Biasanya makanan dan minuman ini mengarah ke pastry-pastry Eropa, seperti Ice cream, pizza, burger, donat, hingga aneka dessert lainya. Dengan mencampurkan edible gold akan membuat makanan dan minuman menjadi lebih mewah. Harga yang ditawarkan untuk makanan yang menggunakan edible gold juga terbilang fantastis.

Nampaknya pembuat makanan dan minuman ini seolah sengaja menambahkan hiasan emas untuk mendongkrak harga dan eksistensi makanannya. Seperti yang sering kita lihat di media sosial, makanan yang paling baru dan fenomenal ialah steak seberat 1,2 kilogram yang disajikan dengan lapisan edible gold. Steak racikan Chef Salt Bae ini dibanderol dengan harga Rp 13 juta.

Takaran Konsumsi

Mengonsumsi emas tentunya ada rasa khawatir tersendiri, ini dikarenakan orang masih beranggapan bahwa emas adalah sebuah benda logam yang akan dimasukkan ke dalam tubuh. Namun nyatanya Eropa telah menyatakan bahwa emas aman untuk dikonsumsi dan tidak ada batasan dalam jumlah banyak.

Emas yang sudah masuk dalam tubuh melewati sistem pencernaan, akan keluar bersama sisa makanan. Bentuknya mungkin sudah berupa partikel halus seperti debu jadi tak perlu membayangkan lembaran emas keluar dalam tubuh.

Apakah Emas Aman untuk Dikonsumsi?

Secara umum, mengkonsumsi emas tidak ada bahaya yang mengganggu kesehatan. Tekstur edible gold yang lunak dan tipis atau mudah rapuh ini bisa dengan mudah melewati sistem pencernaan kita. Ketebalan dari edible gold ini tergolong sangat tipis hanya 1/8.000 millimeter, terlebih lagi emas ini juga tidak mengandung rasa.

Lalu apakah emas yang dapat dikonsumsi ini memiliki nutrisi atau khasiat untuk tubuh? Jawabannya sama sekali tidak ada manfaatnya bagi tubuh. Ini dikarenakan emas tidak memiliki kandungan nutrisi yang berguna untuk tubuh.

Proses emas yang telah masuk ke dalam sistem pencernaan nantinya akan lewat begitu saja tanpa memberikan efek apapun pada tubuh. Dan secara alami, edible gold akan keluar dari dalam tubuh setelah 24 jam setelah menyantapnya. Partikel emas ini tidak berubah dan tidak bereaksi di dalam tubuh. Intinya, emas ini hanya dijadikan hiasan semata.

Dari penjelasan di atas kita dapat menambah wawasan mengenai emas, ternyata emas tidak hanya digunakan untuk aksesoris diri atau investasi melainkan emas juga ada yang bisa dimakan. Sebagian orang mungkin memang akan terasa sayang untuk memakan emas, dikarenakan emas yang begitu bernilai dan bisa menjadi investasi kini hanya diolah sebagai dekorasi dalam makanan. Namun adanya pengalaman dan sensasi baru setelah memakan emas itulah yang bisa jadi layak dijual dengan harga yang sangat mahal.

(Content Promotion/Galeri24)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com