Cek Lagi! Ini 6 Mitos Makanan Penyembuh COVID-19 yang Banyak Beredar

Erika Dyah - detikFood Selasa, 03 Agu 2021 13:35 WIB
bawang putih Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kondisi pandemi tak lantas membendung laju informasi palsu yang beredar di masyarakat. Bahkan, informasi simpang siur terkait COVID-19 jadi santer beredar termasuk informasi soal makanan yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

Melansir situs resmi Satgas Penanganan COVID-19, setidaknya ada 9 mitos tentang makanan dan COVID-19 yang pernah beredar di masyarakat.

1. Teh Herbal

Teh herbal disebut-sebut dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Akan tetapi, belum ada bukti yang mendukung penggunaan teh herbal untuk mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

Meski demikian, beberapa literatur menyebutkan teh herbal bisa digunakan untuk merangsang indera perasa dan penciuman yang hilang akibat gejala COVID-19.

2. Minuman Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang umumnya ditambahkan ke makanan atau digunakan sebagai suplemen makanan untuk memberikan manfaat kesehatan. Belum ada bukti yang mendukung penggunaan probiotik untuk membantu mencegah atau menyembuhkan COVID-19.

3. Jahe

Mitos soal jahe juga banyak beredar di masyarakat. Makan jahe disebut telah melindungi orang dari COVID-19, sayangnya belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

"Namun, jahe adalah makanan yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba dan anti-inflamasi," jelas Satgas COVID-19 dikutip dari covid19.go.id pada Selasa (3/8/2021).

4. Bawang Putih

Beredar misleading content dalam pesan berantai WhatsApp yang menyebutkan air rebusan bawang putih dapat menyembuhkan COVID-19 dengan sendirinya. Bahkan, narasi berisi mitos tersebut menyertakan takaran-takaran untuk membuat rebusan bawang putih yang diklaim menyembuhkan Corona.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Achmad Yurianto menjelaskan belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan hal tersebut.

"WHO melalui laman resminya juga mengatakan hal serupa, hanya saja WHO mengatakan bahwa bawang putih merupakan makanan yang kemungkinan memiliki kandungan bersifat antimikroba," imbuhnya.

5. Cabai

Menambahkan cabai pada sup atau makanan disebut dapat mencegah serta menyembuhkan COVID-19. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

6. Racikan Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu

Kombinasi keempat bahan di atas disebut dapat membunuh virus COVID-19. Bahkan, informasi yang banyak beredar di WhatsApp menyebutkan ramuan ini mempan basmi virus dalam waktu 1 jam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia menyebutkan klaim tersebut sebagai klaim palsu yang justru dapat berefek buruk, terutama saat menambahkan garam ke dalam minuman. Klaim ini juga disebut dapat menimbulkan efek samping bagi orang-orang yang memiliki masalah lambung.

Itu dia beberapa informasi terkait makanan dan kesehatan yang beredar di masyarakat, baik melalui postingan sosial media ataupun broadcast pesan aplikasi seperti WhatsApp. Anda perlu berhati-hati dalam mencerna informasi semacam ini agar tidak terjebak hoaks seputar pandemi, serta cek kebenaran informasi di kanal-kanal resmi seperti https://s.id/infovaksin.

(mul/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com