Cerita Pemilik Bisnis Kuliner Kylafood soal Jaga Kualitas Produk

Angga Laraspati - detikFood Jumat, 30 Jul 2021 22:23 WIB
Kylafood Foto: Shopee
Jakarta -

Kylafood merupakan salah satu UMKM yang cukup terkenal di bidang kuliner, khususnya berupa jajanan tradisional seperti seblak, bakso aci, hingga batagor. Galih Ruslan, sang pemilik, membagikan tips bagaimana menjaga kualitas produk.

Memulai bisnis di 2017, Galih melihat persaingan dalam industri pangan khususnya seblak dan batagor instan masih sedikit. Tetapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan tren, khususnya dalam penjualan jajanan tradisional instan membuat persaingan semakin ketat.

Ia pun mencoba mengeluarkan berbagai rangkaian produk kuliner tradisional antara lain seblak, cireng bumbu rujak, batagor, mie kocok, cimol, mie tektek, bakso aci dan masih banyak lagi. Dari sinilah bisnis yang dibuat Galih bersama istrinya ini langsung berkembang pesat.

Galih menuturkan apa yang dilakukannya berangkat dari keyakinan, makanan ataupun jajanan tradisional merupakan bagian dari budaya yang penting untuk dilestarikan. Selain itu, dalam proses produksinya Kylafood juga menggunakan 100% bahan baku lokal guna menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

"Semua ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi bagian dari pengembangan dan kemajuan perekonomian Indonesia. Pelaku usaha memiliki peran penting khususnya untuk terus berusaha meningkatkan potensi produk lokal dan meyakinkan masyarakat bahwa produk lokal memiliki kualitas yang dapat bersaing secara global," tutur Galih dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Berbisnis di industri pangan dan memproduksi semua jajanan secara lokal memiliki tantangan sendiri khususnya dalam menjaga konsistensi kualitas. Menjaga kualitas produk merupakan salah satu dasar untuk terus mempertahankan perkembangan bisnis.

Galih percaya salah satu faktor untuk mendapatkan kualitas terbaik bergantung dengan SDM yang dimiliki. Untuk itu, ia memulai pelatihan hingga implementasi SOP yang menurutnya adalah hal yang sangat menantang.

Beberapa pelatihan yang dia berikan untuk karyawannya antara lain mengenai kualitas produk, proses produksi, hingga kebersihan produk.

Hingga saat ini Kylafood telah berkembang dan memiliki lebih dari 30 karyawan. Dengan jangkauan dan tingkat pesanan Kylafood yang semakin tinggi, Galih merasa bersyukur dapat membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar yang rata-rata hanya berpendidikan tertinggi SD hingga SMA.

Pertumbuhan Kylafood didukung dengan usaha dan inovasi melahirkan produk-produk lokal yang berkualitas. Alhasil usaha Gaih berhasil memenangkan kompetisi bisnis dan menjadi juara 1 pada acara Wirausaha Muda di Kemenpora RI 2019, serta menjadi salah satu brand yang mendapatkan dana usaha dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF) RI pada tahun 2020.

Galih sadar perkembangan teknologi serta perubahan pola perilaku masyarakat khususnya dalam berbelanja online juga menjadi salah satu peluang untuk memperluas jangkauan produknya.

Dengan tingginya permintaan tersebut, di tahun 2017 Galih bergabung dengan Shopee setelah sebelumnya menggunakan media sosial untuk berjualan. Bersama Shopee Galih merasakan perkembangan signifikan khususnya dalam peningkatan order.

"Kami senang sekali dapat bekerjasama dengan Shopee, platform yang terus mendukung kemajuan dan perkembangan produk-produk lokal," kata Galih.

Empat tahun setelah Galih membuka toko di Shopee, Kylafood masih merasakan antusiasme pengguna Shopee terhadap produk-produknya. Jumlah pesanan masih terus berkembang terlebih dengan adanya rangkaian kampanye yang sangat menguntungkan konsumen.

Selain itu, Galih merasa terbantu dengan adanya fitur Seller Center, di mana Galih dapat menyusun strategi penjualan, sehingga dapat mengoptimalkan seluruh fitur yang ada mulai dari Voucher Toko, Iklan hingga rutin mengikuti flash sale dan kampanye yang dihadirkan oleh Shopee.

"Hadirnya Kylafood di platform Shopee tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi pembeli untuk membeli produk kami, tetapi menjadi salah satu strategi bagi Kylafood untuk beradaptasi di era digital dan semakin memperluas jangkauan produk kami," pungkas Galih.

(ncm/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com