Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma

Erliana Riady - detikFood Senin, 28 Jun 2021 06:00 WIB
Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady
Jakarta -

Biji kopi ini dikenal dengan nama populer liberika. Varietas kopi langka ini, bijinya lonjong dan sebesar biji kurma. Apa istinewanya?

Disebut langka, karena populasinya tidak sampai satu persen dari jumlah populasi tanaman kopi di dunia. Menurut Peneliti Pascapanen Kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Ir Yusianto, kopi Liberika ini didatangkan Belanda ke Indonesia pada tahun 1870an.

Belanda sejak menduduki Indonesia, telah mendatangkan kopi Arabika. Lalu ditanam di wilayah Jakarta dan Bandung, kemudian tersebar ke seluruh Indonesia. Makanya, Indonesia terkenal sebagai eksportir Arabika. Namun karena semua jalur perdagangan kala itu melalui Jakarta atau Java, kopi dari Indonesia dikenal dunia dengan nama Java Coffe.

Di tahun 1870an, ada serangan penyakit karat daun. Ada spot-spot di daun kopi itu yang warnanya mirip besi. Namanya virus Hemileia Vastatric. Kopi Arabika yang ditanam dibawah 1000 MDPL hancur semua.

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

"Saat itu Belanda kemudian mengkonversi tanaman kopi menjadi teh. Kemudian didatangkan juga varietas Liberika. Ternyata tidak tahan penyakit karat daun juga. Namun ternyata, masih ada sisa-sisanya sampai sekarang," kata Yusianto menceritakan kepada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Rupanya Belanda tidak menyerah. Sekitar 110 tahun yang lalu, mereka mendatangkan varietas Robusta ke Indonesia. Varietas ini lebih tahan serangan karat daun, bisa menyebar ke seluruh Indonesia dan bisa ditanam dari dataran rendah sampai pesisir pantai.

"Nah Robusta ini, rupanya paling cocok dengan orang Indonesia. Aromanya dan rasanya juga cocok dengan lidah orang Indonesia. Karena kadar kafeinnya paling tinggi," bebernya.

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

Sementara Liberika, imbuhnya, rasanya tidak cocok dengan lidah orang Indonesia. Panelis uji citarasa kopi ini menyebut, rasa Arabika itu manis dan asam. Sedangkan Liberika rasanya pahit, sepet dan getir. Seperti aroma daun dan getah.

Kembali ke si langka Liberika, menurut Yusianto, di beberapa daerah Liberika terkonsentrasi di Lampung yang dikenal dengan sebutan kopi Robinson. Lalu di Tanjung Jabung (Jambi), dan Tulang Pisau (Kalimantan Tengah).

Sedangkan di Jawa Timur, terkonsentrasi di Wonosalam (Jombang). Di wilayah tapal kuda juga ditemukan beberapa pohon masih bertahan hidup. Di wilayah Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, kopi ini dikenal dengan sebutan kopi Azizah, Buryah atau Nangkah. Karena aroma dominan jackfruty atau nangka.

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

Perdagangan kopi di dunia, lanjut dia, untuk Robusta itu 65 persen, Arabika ada 30 persen. Sementara Liberika itu termasuk dalam lima persen bersama beberapa jenis kopi lainnya. Seperti Conuca dan Excelca.

Yusianto menambahkan, saat ini para pedagang kopi mulai melirik Liberika. Karena pembeli kopi banyak yang tertarik mencoba, penasaran dengan kelangkaan dan rasanya.

"Di Blitar, saya temukan ada satu pohon di belakang rumah warga. Tingginya hampir tiga meter itu," ungkapnya.

Dua Pohon Kopi Liberika Ada di Blitar Utara

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

Memang benar, kopi Liberika ditemukan di Blitar Utara. Tepatnya di belakang rumah warga Desa Resampombo Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Aris Setiyono, ketua kelompok tani kopi di Resapombo mengajak detikcom langsung ke lokasi. Pohon dengan usia sekitar 10 tahun itu tumbuh menjulang disamping pohon kopi Excelca. Sehingga memudahkan kami untuk membedakan, batang, pohon dan bijinya.

"Kalau dilihat fisik pohon, Liberika memang mirip Excelca. Tapi daun Liberika lebih lebar seperti daun nangka. Batang pohonnya juga lebih besar. Dan lihat, buah kopinya jauh lebih besar Liberika," kata Aris menunjukkan perbedaan mencolok itu.

Buah kopi Liberika berbentuk lonjong meruncing ujungnya. Mirip buah Mlinjo. Jika dikupas kulit buahnya, semakin nyata perbedaan biji Liberika dengan Robusta ataupun Excelca. Biji kopi Liberika dikotil lebih besar, pipih lonjong, sangat mirip dengan biji Kurma.

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

"Sebenarnya disini gak hanya satu. Saya pernah nemu seperti ini juga didalam hutan sana. Hanya satu pohon. Karena langka, saya pernah coba pembenihan. Tapi dari 200 batang bibit, hanya tersisa satu ini saja yang hidup," ungkapnya.

Liberika sendiri masa panennya sekali per tahun. Dari satu pohon Liberika ini, Aris mengaku hasil panennya sekitar 30 kg. Jika telah diproses, hanya menghasilkan sekitar 3,5 kg biji kopi (green bean). Saking langkanya sementara banyak peminat, Arispun membandrol harga Rp 80-180 ribu per kg kopi Liberika. Tergantung dari prosesnya. Harga tertinggi itu, jika sudah difermentasi menjadi wine coffee.

Di Blitar sendiri, hanya satu kafe yang punya stok kopi langka ini. Namanya 'Sekui Kopi' di wilayah Wlingi. Fendi sang pemilik mengaku, animo penikmat kopi mulai bergeser ke kopi Liberika. Awalnya mereka hanya penasaran karena dibilang kopi langka. Tapi lama kelamaan, semakin banyak yang cocok rasanya.

Inilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji KurmaInilah Liberika, Kopi Langka yang Bijinya Sebesar Biji Kurma Foto: detikcom/Erliana Riady

"Mulai banyak yang suka, terutama pecandu kopi. Saya jualnya juga lebih mahal dibandingkan kopi lainnya. Satu sloki saya jual Rp 10 ribu, kalau kopi lainnya hanya Rp 8000," jawab Fendi.

Lalu bagaimana testimoni pembeli, detikcom menemui Malik. Pemuda asli Blitar ini bisa dibilang paham kopi, karena dia pernah kuliah kerja nyata di perkebunan kopi kawasan Ijen, Banyuwangi. Apa katanya tentang rasa Liberika ?

"Dominan pahitnya itu nyethak (melekat di ujung lidah). Bener kalau dibilang kopi Nangka karena aromanya seperti nangka," ujarnya memungkasi perjalanan liputan kopi.



Simak Video "Kenalan dengan Liberika, Jenis Kopi Langka dengan Rasa Unik"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com