Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran

Eko Susanto - detikFood Minggu, 18 Apr 2021 15:00 WIB
Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran Foto: detikcom/Eko Susanto
Magelang -

Magelang punya peyek khas berbahan ikan cethul atau ikan cetol. Rasanya yang gurih renyah ini kian diminati jelang lebaran.

Produksi rempeyek atau peyek cethul (ikan kecil-kecil) menjelang datangnya lebaran di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengalami peningkatan. Rempeyek cethul ini bisa dibeli langsung di tempat pembuatnya maupun toko oleh-oleh yang ada.

Pembuatan rempeyek cethul ini bisa ditemukan di Dusun Mertan, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Salah satu pembuat rempeyek cethul ini, Susilowati. Usaha pembuatan rempeyek tersebut telah berlangsung 10 tahun terakhir.

Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang LebaranPeyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran Foto: detikcom/Eko Susanto

"Saya meneruskan dari ibu. Usaha pembuatan peyek ini sudah 10 tahunan," kata Susilowati saat ditemui di rumahnya Dusun Mertan RT 01/RW 06, Desa Paremono, Jumat (16/4/2021).

Bahan utama pembuatan peyek ini adalah ikan cethul dan tepung beras. Untuk cethul dipasok penjual yang tiap hari datang ke rumahnya. Cethul tersebut diperoleh penjual yang dikirim dari Salatiga, Semarang hingga Jawa Timur.

"Untuk bahan baku cethul dikirim kesini dari Salatiga, Semarang dan Jawa Timur. Pengiriman kesini tergantung permintaan, biasanya ya 20 kg, 25 kg," ujarnya.

Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang LebaranPeyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran Foto: detikcom/Eko Susanto

Ikan cethul atau kerap disebut ikan cetol merupakan ikan liar yang banyak hidup di sungai, sawah, dan kolam. Biasanya ikan cethul jadi santapan ikan predator, namun sejak lama ikan berukuran mungil ini juga jadi dikonsumsi.

Olahan populernya adalah peyek cethul, tapi ikan ini juga biasa disantap dengan cara digoreng garing lalu dijadikan lauk pauk. Atau dibalut adonan tepung yang tipis sebelum digoreng.

Untuk proses pembuatan peyek cethul, pada hari-hari biasanya dilakukan seminggu tiga hari. Sedangkan menjelang lebaran ini, tiap hari dibuat. Kemudian, proses pembuatan ini dibantu dua orang warga.

Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang LebaranPeyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran Foto: detikcom/Eko Susanto

"Menjelang lebaran tiap hari buat, tapi kalau hari biasa seminggu tiga kali. Sekarang ini permintaan lebih meningkat dibandingkan tahun lalu yang sama-sama pandemi Covid-19," kata dia.

Pihaknya menuturkan, dalam sekali membuat menghabiskan 15 kg tepung beras dan 7 kg cethul yang diperkirakan jadi 25 kg peyek cethul. Rempeyek ini kemudian dibungkus dengan plastik per setengah kilo. Saat ini telah memperoleh sertifikasi produksi pangan - industri rumah tangga (SPP-IRT).

"Sekali buat 15 kg tepung beras, 7 kg cethul, perkiraan jadi 25 kg. Dibungkus per setengah kilo dengan harga disini (perajin) Rp25.000," tuturnya.

Rempeyek yang telah jadi, kemudian diambil para pedagang dari wilayah Magelang dan Temanggung. Selain itu, ada juga pembeli yang datang langsung membelinya.

Peyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang LebaranPeyek Cethul Khas Magelang yang Gurih Renyah Makin Laku Jelang Lebaran Foto: detikcom/Eko Susanto

"Ini diambil pedagang, ada yang dari Mertoyudan, Salaman (Magelang), juga Temanggung. Kalau yang datang langsung kesini (pembeli), ada dari Jogja, dari Parakan dan lainnya," ujarnya yang masih mengoreng peyek chetul menggunakan kayu bakar itu.

Susilowati menambahkan, ke depannya juga akan melakukan penjualan produk peyek cethul secara online. Hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada. Selain itu, peyek ini ada yang membawa jadi oleh-oleh menuju Kalimantan, Sumatera, Jakarta dan kota lainnya.

"Kalau dari luar, paling ada saudara disini bawa oleh-oleh ke Jakarta, Kalimantan, Sumatera," pungkasnya.



Simak Video "Ibunda Syahrini Jual Rempeyek Rp 200 Ribu, Apa Kata Mereka?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com