Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal

Imam Suripto - detikFood Senin, 05 Apr 2021 13:00 WIB
Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal Foto: detikcom/Imam Suripto
Tegal -

Terasi adalah salah satu bumbu yang penting dalam masakan Jawa. Pembuat terasi tradisional ada di Kabupaten Tegal, tepatnya di pesisir utara Desa Surodadi, Kecamatan Sorodadi.

Sentra pembuatan terasi ini berada di kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Surodadi. Di sana sebagian besar warganya adalah nelayan tradisional. Hanya saja, setiap tahun pasca angin barat, banyak warga yang bekerja sambilan sebagai pembuat terasi.

Pekerjaan ini ditekuni selama periode Februari sampai akhir April saat munculnya udang rebon di perairan Jawa. Bahkan saking banyaknya panenan rebon, mereka lebih memilih menjaring udang dibanding melaut ke tengah mencari ikan.

Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten TegalBegini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal Foto: detikcom/Imam Suripto

Musim rebon ini juga memunculkan bakul bakul dadakan dari kalangan wanita. Seolah tak mau kalah, mereka membeli udang dari nelayan untuk dijual kembali sebagai bahan baku terasi.

Warso (53) salah seorang warga Desa Surodadi menyebut, setiap habis angin barat, banyak nelayan yang beralih mencari rebon (udang kecil). Alasannya, mencari rebon lebih mudah dan hasilnya lumayan.

"Pokoknya mulai Februari setelah (angin) baratan, serangan rebon luar biasa. Banyak nelayan yang beralih mencari udang rebon. Musim rebon ini biasanya sampai April," ungkap Warso di sela kesibukannya menjemur rebon, Minggu (4/4/2021).

Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten TegalBegini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal Foto: detikcom/Imam Suripto

Warso adalah salah satu dari beberapa warga yang ikut dalam bisnis rebon. Bersama keluarga, dia juga menggeluti bisnis pembuatan terasi, mulai dari membeli rebon basah dari nelayan sampai proses menjadi terasi.

Rebon basah ini didapatkan dari nelayan seharga Rp.250 ribu tiap keranjang. Setiap keranjang rebon diperkirakan beratnya mencapai 30 kg.

"Kadang juga saya beli rebon dari bakul-bakul, karena memang kalau mengandalkan rebon sendiri masih kurang," ujarnya.

Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten TegalBegini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal Foto: detikcom/Imam Suripto

Setiap musim rebon, Warso bisa membuat terasi minimal satu ton tiap pekan. Sebagai perajin bumbu masakan ini, Warso sudah memiliki pelanggan dari kalangan bakul dari berbagai kota.

Di sentra terasi ini, proses membuatnya menggunakan alat dan tenaga tersendiri. Ada empat orang pekerja yang setiap hari melayani permintaan pembuatan terasi.

Masing masing memiliki tugas mulai dari menggiling, menumbuk, menimbang dan membentuk terasi. Biaya pemrosesan hingga menjadi terasi dibandrol Rp.500 ribu per ton.

Begini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten TegalBegini Proses Pembuatan Terasi Tradisional di Kabupaten Tegal Foto: detikcom/Imam Suripto

Di gudang ini, udang rebon yang sudah kering digiling sampai lembut. Proses pembuatan rebon ini tidak menggunakan bahan tambahan kecuali sedikit garam. Proses berikutnya rebon ditumbuk secara manual hingga padat dan dibentuk kotak kotak. Terasi pun siap dipasarkan.

Tarjono (54) operator mesin giling menyebut, di sentra terasi ini ada 4 keluarga yang membuat terasi. Semua pembuat terasi ini memproses rebon tersebut di gudang tersebut.

"Setiap hari kalau sedang musim rebon bisa satu ton per hari. Ongkosnya Rp.500 ribu sudah bersih alias sampai jadi terasi," tutur Tarjono.

Terasi yang sudah jadi dikemas berbentuk kotak. Tiap kotak ada yang berbobot 5 kg, 2 kg dan 1 kg. Terasi ini bila dijual ke pengepul atau bakul harganya antara Rp.25 ribu sampai 30 ribu per kg.



Simak Video "Masak Masak: Resep Udang Penyet Sambal Terasi"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com