Mantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. Darmo

Sudrajat - detikFood Senin, 01 Mar 2021 12:00 WIB
Mantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. Darmo Foto: detikcom/Sudrajat
Jakarta -

Di kedai milik Joko Trio Suroso ini kamu hanya bayar Rp 20 ribu. Tetapi kamu bakal dapat 7 jenis isian bakso yang komplet. Rasanya mantul dan mengenyangkan.

Salah satunya 'Bakso Jibeuh' alias Hiji Mangkok Bikin Seubeuh yang artinya 'semangkok sudah bikin perut kenyang'. Menu ini boleh dibilang komplet banget. Selain mie ada enam isian lainnya, yakni bakso halus, bakso urat, risol goreng, siomay dan tahu kukus, serta mawar goreng. Harganya cuma Rp 20 ribu.

"Untuk menu selengkap itu, dengan bahan berkualitas dan rasa yang dijamin maknyus, harganya cukup moderatlah," kata Joko saat ditemui detikfood di kedainya, Jalan Asem Baris No 1, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2021).

Joko sudah membuka 13 kedai sejak Juni 2020. Lokasinya tersebar di Dago, Punclut, Baleendah, Soreang, Majalaya, dan Sumedang. April mendatang dia akan membuka gerai ke-14 di Mall Kelapa Gading.

Joko Suroso Dulu Pengacara Perlente, Kini Jualan Bakso dan SateMantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. Darmo Foto: detikcom/Sudrajat

Bakso Malang H Darmo menawarkan konsep prasmanan. Jadi pengunjung bisa memilih sendiri bakso sesuai selera dan budget. Ada bakso urat, sumsum, ceker, jamur, mozarella, rusuk, hingga lobster. Untuk bakso lobster, harganya tergolong tinggi: Rp 120 - 160 ribu per porsi.

"Ada harga, ada rasa sih. Lobsternya gak cuma gede tapi memang terasa fresh, daging baksonya juga lembut," komentar Sutji Decilia.

Sementara kedua putranya yang menyantap Bakso Jibeuh terlihat puas dengan porsi yang dihidangkan. "Nampol di perut. Aku suka risol (ikan) tenggirinya," ujar Ken, putra keduanya.

Sebelum menekuni usaha kuliner bakso dan sate domba muda, Joko Suroso adalah pengacara yang berkantor di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Dia banting setir setelah gagal menjadi anggota parlemen untuk Jawa Barat. Kondisi itu diperburuk dengan pandemi Covid-19.

Joko Suroso Dulu Pengacara Perlente, Kini Jualan Bakso dan SateMantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. Darmo Foto: detikcom/Sudrajat

Selain ingin lebih serius menekuni usaha kuliner, peraih gelar MBA dari ITB pada 2008 itu juga mengisi hari-harinya dengan mengajar di Fakultas Hukum Universitas Langlangbuana, Bandung. Dia pemegang ijazah master dan doktor ilmu hukum dari Universitas Padjadjaran Bandung.

"Saya sudah mantap meninggalkan dunia gemerlap kepengacaraan. Asal kita ikhlas menjalani, menguntungkan dan halal, serta memberi kenyamanan jadi ahli hukum bakso dan sate oke juga kok," ujarnya berseloroh.

Selain tak lagi silau oleh gemerlap dunia pengacara, lelaki kelahiran Bandung, 25 April 1968 itu juga tak ngoyo menumpuk materi. Setiap Jumat, dia malah biasa berbagi menu bakso dan sate untuk mereka yang kurang beruntung. Setiap bulan juga memberikan santunan ke fakir miskin, anak yatim, anak difabel, dan para janda tua.

Mantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. DarmoMantul! Bakso Jibeuh, Bakso 7 in 1 Racikan Kedai H. Darmo Foto: detikcom/Sudrajat

"Sengaja gak ke para janda muda biar tidak jadi fitnah," seloroh Joko Suroso.

Tapi dia punya sedikit uneg-uneg kepada pemerintah daerah. Ketika ekonomi dan dunia usaha sedang sulit di tengah pandemi, mestinya Pemda tak terlalu kaku dalam mengejar pajak reklame.

"Sebagai pengacara saya cuma punya enam staf. Sekarang dengan 13 kedai, lebih dari 100 pegawai yang terlibat. Harusnya pengusaha seperti saya diberi keringanan karena berani ambil risiko mengembangkan bisnis di situasi seperti sekarang," tuturnya sewot.

Saksikan juga 'Masak Masak: Resep Mi Bakso Kikil Jumbo Kuah Merah':

[Gambas:Video 20detik]



(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com