Pemkab Karanganyar Patenkan Singkong Jarak Towo dan Kopi Karanganyar Lawu

Andika Tarmy - detikFood Senin, 15 Feb 2021 20:00 WIB
Singkong Foto: detikcom/Andika Tarmy
Karanganyar -

Singkong Jarak Towo dan Kopi Karanganyar Lawu resmi menjadi milik masyarakat Kabupaten Karanganyar. Pemkab Karanganyar resmi mematenkan dua varietas tanaman unggulan itu ke Kementerian Pertanian.

"Ben nggak diaku (biar tidak diklaim) daerah lain, jadi produksi lokal kita daftarkan ke Kementerian Pertanian. Dua varietas yakni Singkong Jarak Towo dan Kopi Karanganyar Lawu," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Siti Maesaroh, kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Menurut Siti proses pendaftaran kedua varietas tanaman tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak delapan bulan lalu. Sementara sertifikat tanda daftar dari Kementerian Pertanian, baru keluar pada 11 Januari dan 10 Februari lalu.

SingkongSingkong Foto: detikcom/Andika Tarmy

"Itu kalo nggak kita daftarkan eman-eman (sayang). Buktinya kedua tanaman itu sudah sampai kemana-mana. Nanti (takutnya) kalau diaku (diklaim milik) daerah lain. Syarat mendaftar harus memang harus atas nama Bupati Karanganyar, sudah kita ajukan sejak delapan bulan lalu," paparnya.

Pendaftaran ini merupakan upaya Pemkab Karanganyar untuk memproteksi petani. Dengan resminya Singkong Jarak Towo dan Kopi Karanganyar Lawu menjadi milik Karanganyar, petani diharapkan memetik keuntungan dengan semakin dikenalnya kedua tanaman tersebut sebagai milik Kabupaten Karanganyar.

"Sekarang sudah bakoh (kuat), dipatenkan milik Karanganyar. Harapan kita biar meningkatkan kesejahteraan petani," imbuhnya.

SingkongSingkong Foto: detikcom/Andika Tarmy

Siti menerangkan, varietas Singkong Jarak Towo dikenal dengan rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut. Varietas ini diakuinya hanya bisa tumbuh optimal di beberapa wilayah di Kabupaten Karanganyar saja.

"Total lahan untuk varietas Jarak Towo ini masih sedikit. Bisanya cuma di daerah Jatiyoso, Ngargoyoso dan Jenawi. Itupun hanya di daerah dataran tinggi saja. Bisa saja ditanam di daerah lain, namun hasilnya tidak optimal. Gurih dan empunknya beda," kata Siti.

Sementara Kopi Karanganyar Lawu dikenal dengan khas pahitnya yang beda dengan kopi hasil budidaya wilayah lain. Mirip dengan Singkong Jarak Towo, Kopi Karanganyar Lawu juga hanya ditemukan di beberapa wilayah dataran tinggi di Karanganyar.

"Kopi Lawu kan sempat juara lomba di TMII. Harapan kita dengan sudah terdaftar sebagai miliknya Karanganyar, jangan sampai diakui oleh kabupaten lain," terangnya.

Siti melanjutkan, dalam beberapa waktu ke depan, Dinas Pertanian Karanganyar juga akan mematenkan beberapa tanaman unggulan lain. Beberapa di antaranya adalah empon-empon dan pisang raja.



Simak Video "Legitnya Cimplung Kuliner Khas Banyumas"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com