Sejuta Rasa Sejuta Cerita, Simak Sederet Fakta Unik soal Warteg

Irfan Satria - CXO Media - detikFood Jumat, 12 Feb 2021 13:28 WIB
Ade Putri Paramadita Ade Putri Paramadita/Foto: Dok. CXO Media
Jakarta -

Warteg, rumah makan sejuta umat yang menyajikan berbagai menu yang beragam. Keberadaannya yang mudah ditemui oleh masyarakat membuat warteg menjadi primadona di saat kita sedang mencari makan.

Harganya yang murah, rasanya yang enak, membuat warteg jadi pilihan utama masyarakat. Salah satu unsur paling menarik dalam warteg selain fiturnya yang touchscreen, mereka selalu punya 2 pintu.

"Warteg itu rata-rata kecil dan sempit. Kebayang gak kalau pintunya 1 terus jam makan siang? Kalau 2 saat masuk bisa langsung touchscreen," ujar Ade Putri dalam tayangan Kultur-Warteg di YouTube CXO Media.

Bicara soal Warteg, tentu kita tidak asing dengan nama Warteg Bahari yang memang merupakan nama paling umum dalam dunia Warteg. Kenapa, sih, Bahari laris menjadi pilihan nama Warteg? Alasannya yaitu karena Bahari melambangkan laut, warna biru dan juga cerah. Hal ini melambangkan sesuatu yang mengalir terus-menerus, memberikan kemakmuran dan disajikan kepada peminatnya.

Sebagai tempat makan semua kalangan, Warteg sarat akan komunikasi. Di Warteg, kita bisa berinteraksi dengan penjual, teman, atau orang lain yang berada di samping kita tanpa adanya sekat. Akan tetapi, kini semua itu berubah dengan adanya gadget.

"Setelah touchscreen di menu, lalu touchscreen di gadget," kata Ade Putri.

Menurut Ade, ketika kita tahu seseorang makan sesuatu, kita juga bisa menggali lebih jauh tentang latar belakangnya. Jadi kalau mau cari kejujuran, salah satunya bisa didapatkan di warteg.

Penasaran dengan asal-usul hingga kenapa Warteg jadi primadona di berbagai kalangan masyarakat? Tonton Kultur hanya di channel CXO Media, setiap Kamis jam 20.00 WIB! Kamu juga bisa cek Instagram-nya Kultur di @kultur.cxo jangan lupa follow ya!

(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com