Lewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin Gampang

Pradito Rida Pertana - detikFood Rabu, 10 Feb 2021 16:30 WIB
Lewat Nasi Estafet Berbagi Saat Pandemi Makin Gampang Foto: detikFood/ Pradito Rida Pertana
Yogyakarta -

Banyak cara dilakukan untuk berbagi selama pandemi, salah satunya 'nasi estafet' di Yogyakarta. Gerakan sederhana ini memberi manfaat kepada banyak orang di tengah pandemi.

Inisiator gerakan 'nasi estafet' Adit Dibyandaru (32) mengatakan, gerakan tersebut tercetus pada tahun 2019. Pasalnya warga Jalan Kaliurang, KM 6,7 Gang Kalimantan G 30, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman ini menilai banyak gerakan memberi sedekah yang dilakukan malam hari.

"Awalnya itu Agustus 2019 dan sebatas untuk mempermudah orang-orang saling berbagi. Jadi kan ada beberapa orang yang membuat gerakan sedekah malam, bagi nasi saat malam, kan itu perlu waktu yang benar-benar luang," ucapnya kepada detikcom, Selasa (9/2/2021).

Lewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin GampangLewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin Gampang Foto: detikFood/ Pradito Rida Pertana

Selanjutnya pria yang memiliki usaha konveksi pakaian ini menginisiasi gerakan sedekah dan mengunggah di akun Instagram @nasiestafet.jogja. Alhasil banyak yang membantu khususnya dalam membuat etalase.

"Etalasenya itu donasi mas, jadi ada beberapa orang rekanan saya, mas aku nyumbang etalase, aku nyumbang sekian nanti dibuatkan etalase. Untuk donasi reguleran saya buatkan nasi bungkus," katanya.

"Nah dengan adanya etalase ini jadi mempermudah. Jadi etalasenya itu tidak bergerak dan ada di situ terus, di tempat strategis dan kalau mau berbagi bisa beli makanan atau minuman lalu taruh di situ (etalase)," imbuh Adit.

Lewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin GampangLewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin Gampang Foto: detikFood/ Pradito Rida Pertana

Saat ini, lulusan UPN 'Veteran' Yogyakarta ini memasang beberapa etalase yang meliputi Patangpuluhan, Wirobrajan, Jalan Kaliurang, Gejayan, Giwangan, Candi Gebang, Pengok dan coming soon di blok O Banguntapan. Etalase itu berfungsi untuk menyimpan makanan yang nantinya secara cuma-cuma dapat diambil warga.

"Saya juga sudah memposting semua lokasi etalase di IG @nasiestafet.jogja, jadi pas lewat situ masyarakat bisa meninggalkan bungkusan makanan atau minuman di etalase biar bisa diambil yang membutuhkan," ucapnya.

"Jadi konsep nasi estafet itu berlanjut, seperti estafet. Jadi dari orang yang mau sedekah beli makan di warung makan dan pemilik warung makan dapat income, ditaruh di etalase dan nanti diambil orang, muter terus seperti itu," imbuh Adit.

Lewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin GampangLewat 'Nasi Estafet' Berbagi Saat Pandemi Makin Gampang Foto: detikFood/ Pradito Rida Pertana

Bahkan dia juga melayani sedekah dari orang lain berupa uang. Nantinya dia yang memasak bersama rekannya dan membagikan di masing-masing etalase.

"Kebetulan nasi estafet ini sampai sekarang cuma saya sendiri yang mengelola, sama ada teman yang bantu masak. Jadi mereka bisa transfer ke rekening saya, khusus nasi estafet nanti dimasakkan dan disalurkan ke beberapa estalase. Jadi setiap hari rolling, setiap hari masak," katanya.

Misalnya dalam sehari itu donasi yang terkumpul lumayan banyak maka semua etalase akan mendapatkan bagian. Pasalnya dia penganut sistem yakni uang donasi harus dihabiskan agar etalasenya tidak pernah kosong.

"Minimal 15 bungkus per etalase, tapi dalam sehari bisa puluhan bungkus," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Ayam Ingkung Jogja yang Melegenda"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com