Kriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin Ketagihan

Purwo Sumodiharjo - detikFood Minggu, 31 Jan 2021 13:30 WIB
Kriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin Ketagihan Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom
Pacitan -

Camilan kriuk renyah ini dibuat dari tepung tapioka. Sekali mengunyah arak keling ini dijamin susah berhenti karena gurih enaknya.

Nama camilan ini Arak Keling. Tapi jangan khawatir, makanan ini tak memabukkan. Alih-alih unsur minuman keras, penganan khas Kota 1001 Gua ini justru berbahan tepung tapioka.

"Bahan bakunya tepung tapioka, telur, garam, gula, dan vanili," kata pembuat arak keling, Ma'rifatun (62) kepada detikcom, di rumahnya Jl Gajah Mada, Kelurahan Belaleharjo, Minggu (30/1/2021).

Kriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin KetagihanKriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin Ketagihan Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

Sepintas, tampilan arak keling tak jauh beda dengan makanan khas Pacitan lain, yakni kolong. Keduanya juga sama-sama menggunakan bahan baku berbasis ubi kayu.

Bedanya, saat digigit kolong terasa renyah. Juga tak ada cita rasa manis pada kolong. Sedangkan arak keling memiliki dua varian rasa, yaitu manis dan gurih.

"Yang selama ini paling banyak dipesan yang manis," ucap perempuan yang akrab disapa Bu Wiwik tersebut.

Cara membuat arak keling ternyata tak terlalu sulit. Tepung tapioka, telur, garam, dan air dimasukkan ke mesin giling lalu diputar selama beberapa menit. Setelah semua unsur tercampur barulah adonan diangkat.

Adonan yang teksturnya lembut kenyal lalu dipotong-potong. Potongan yang masing-masing memiliki panjang 10 cm tersebut lantas dipilin hingga membentuk silinder dengan diameter sekitar 3 mm.

Berikutnya, bahan yang berbentuk mirip tali tersebut ujungnya saling ditautkan hingga menyerupai gelang. Sampai di situ masih ada satu langkah lagi yang harus dilakukan. Yaitu menempelkan adonan berbentuk garis lurus melintang gelang.

Kriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin KetagihanKriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin Ketagihan Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

"Karena bentuknya mirip angka 8 maka sebagian orang menyebutnyan Ongko Wolu," terang Wiwik yang mengaku menjadi generasi ketiga membuat arak keling.

Selanjutnya tahap penggorengan. Sebelum dimasuki arak keling mentah, minyak goreng harus dipastikan dalam kondisi hangat. Proses ini membutuhkan kesabaran. Sebab arak keling yang sudah berada di penggorengan harus ditunggu hingga mengapung.

Setelah itu barulah api pemanas dibesarkan. Arak keling bisa disebut matang jika ukurannya sudah mengembang hingga tiga kali lipat ukuran aslinya. Setelah itu siap diangkat dan ditiriskan.

Tahap terakhir adalah menambahkan cita rasa arak keling. Caranya dengan cara mencelupkan ke dalam campuran bumbu. Untuk menciptakan rasa manis, bumbu yang dibutuhkan adalah gula cair dan vanili. Sedangkan untuk rasa gurih, bumbunya berupa campuran bawang dan kemiri.

Kriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin KetagihanKriuk Renyah Arak Keling Khas Pacitan yang Bikin Ketagihan Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

"Sambil dicelupkan juga diaduk biar bumbunya merata," tambahnya.

Selama ini usaha yang ditekuni Wiwik melayani partai kecil maupun besar. Selain untuk konsumsi rumah tangga, jajanan ini biasanya juga menjadi menu wajib acara hajatan. Arak keling Bu Wiwik juga mudah didapatkan di sejumlah kios oleh-oleh di Pacitan.

Harga jualnya pun relatif terjangkau. Untuk kemasan berisi 40 biji hanya dibanderol Rp 12 ribu. Tentu saja untuk pembelian partai besar harus pesan terlebih dahulu supaya kebagian. Pemesanan camilan arak keling bisa dilakukan via telepon atau Whatsapp 0877 5886 9057.



Simak Video "Gurih Empuk Sate Cumi-cumi di Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com