Mencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal Krakatau

Siti Fatimah - detikFood Jumat, 22 Jan 2021 12:00 WIB
Mencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal Krakatau Foto: Siti Fatimah/detikcom
Bandung -

Se'i atau daging panggang Kupang kini sedang naik daun. Kamu bisa mencicipi kelezatan se'i di rumah makan ini. Komplet dengan sambal krakatau yang sedap menyengat.

Se'i merupakan olahan daging panggang asap khas Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di sana Se'i berbahan dasar babi atau rusa, tapi di salah satu outlet Bandung ini diolah dan disajikan halal dengan menggunakan daging sapi dan ayam.

Se'i sapi sebagai main menunya memanjakan foodies yang rindu atau penasaran dengan makanan Kupang. Daging sapi ini dimatangkan dengan kayu bakar tidak dimatangkan dari lidah api melainkan dari asap panas.

Mencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal KrakatauMencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal Krakatau Foto: Siti Fatimah/detikcom

Karenanya semerbak aroma asap melekat pada daging sapi dan meninggalkan jejal smoky yang menambah selera makan pecinta daging sapi.

Dari Kota Kembang, Bandung, Se'i Sapi Zensei memulai debutnya pada tiga tahun yang lalu. Mulai merintis dari awal membuka satu outlet hingga saat ini sukses dengan 8 outlet di Bandung dan satu di Jakarta.

Hingga saat ini, Se'i sapi masih digandrungi masyarakat Bandung. Saat dikunjungi detikcom pun, outlet pertama di Jalan Margahayu ramai oleh para driver makanan online yang mengantre.

Tidak butuh waktu lama, kurang dari tiga menit satu porsi Se'i Sapi Zensei dengan campuran nasi sudah di tangan. Satu porsi Se'i Sapi Zensei dihidangkan dalam box kekinian dan di dalamnya terdapat nasi, pilihan sambal serta tingkat kepedasan, dan sayur bayam yang diolah menjadi topping krispi.

"Jika di Kupangnya itu dihidangkan dengan daun pepaya, tapi kita ubah jadi bayam. Dan itu kita yang pertama kali buat dan ada di Bandung, bayam krispi tanpa tambahan bahan tepung," kata salah satu Founder Se'i Sapi Zensei, Ragil kepada detikcom, Rabu (20/1/2021).

Awalnya, masyarakat NTT menggunakan daging rusa. Namun karena keberadaannya yang semakin punah, sehingga masyarakat mulai beralih ke daging babi, sapi, hingga ayam.

Satu menu yang menarik perhatian yaitu Poutine, camilan khas Kanada berupa kentang goreng atau french fries disiram dengan saus keju. Disajikan dengan se'i sapi dan sayur bayam. Ternyata makanan khas Kupang ini enak dimakan denganPoutine.

"Se'i sapi ini enggak hanya bisa dimakan dengan nasi aja, bisa dikolaborasikan dengan makanan lain. Itu keistimewaannya," ujarnya.

Pilihan sambalnya bervariasi, ada sambal matah dan krakatau. Bedanya, sambal krakatau ini diracik sendiri dengan level kepedasan satu sampai lima.

Mencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal KrakatauMencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal Krakatau Foto: Siti Fatimah/detikcom

"Sambal krakatau kita buat sendiri, kenapa namanya krakatau karena kita buat waktu itu pas erupsi gunung Krakatau. Jadi rasa pedasnya seperti mau meledak," imbuhnya.

Jenis nasi pun ada dua jenis yang bisa dipilih, nasi putih dan nasi cikur atau kencur yang kaya akan rempah.

Seporsi se'i sapi box (Rp. 30.000) ini bisa jadi pilihan bagi kamu yang ingin praktis dan ingin makanan cepat saji. Satu box berisi 50 gram daging sapi dan porsi jumbonya berisi 100 gram.

Untuk se'i ayam, bagian paha dipilih karena bentuk dagingnya yang lebih gurih juicy karena ada lapisan lemak. Selain itu juga mengandung mengandung banyak nutrisi penting. Satu porsi Se'i Ayam dijual dengan harga Rp 25.000.

Mencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal KrakatauMencicipi Daging Asap Kupang dengan Ledakan Pedas Sambal Krakatau Foto: Siti Fatimah/detikcom

Agar semakin menarik minat anak millenial akan makanan khas nusantara, Se'i Sapi Zensei menggandeng Super Sentimental Secret Theory, brand clothing asal Bandung. Poutine merupakan salah satu hasil kolaborasi tersebut.

Kolaborasi itu juga menghasilkan satu menu makanan dan satu set koleksi apparel. "Zensei dan SSST berharap bahwa dengan adanya kolaborasi ini dapat menginspirasi masyarakat khususnya milenial yang menyukai makanan, fashion unik dan terkini," pungkasnya.



Simak Video "Bikin Laper: Perpaduan Bakmi dengan Sei Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com