Sarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya Melegenda

Erliana Riady - detikFood Sabtu, 09 Jan 2021 08:00 WIB
Sarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya Melegenda Foto: detikFood/Erliana Riady
Blitar -

Tahu lontong pasar Lodoyo merupakan kuliner legendaris Blitar yang tetap eksis. Taburan irisan singkong goreng jadi ciri khas gurihnya tahu lontong yang bikin kangen langganannya.

Tak ada yang berubah tampilan pedagang tahu lontong di tengah pasar Lodoyo Kecamatan Sutojayan ini. Gerobak pikulan berwarna biru muda, jadi penanda inilah lapak dagang tahu lontong yang melegenda. Hanya sekarang, penerus generasi ketiga menggunakan kompor gas untuk menggoreng tahunya.

Edi tidak tahu persis, tahun berapa neneknya mulai berjualan tahu lontong ini. Menurut cerita ibunya, neneknya sudah berjualan di depan Alun-alun Lodoyo sejak dia belum lahir.

Sarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya MelegendaSarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya Melegenda Foto: detikFood/Erliana Riady

Kemudian Pemerintah Kabupaten Blitar membangun pasar di depan Alun-alun Lodoyo, neneknya diminta pindah dagangan masuk ke dalam pasar.

"Ya di sini posisi jualannya, gak pernah pindah-pindah lagi sampai sekarang. Saya juga tidak menambah atau mengurangi apa yang ada disini, hanya mengganti kompor tungku menjadi gas saja," ujar pria berusia 38 tahun ini kepada detikcom, Jumat (8/1/2021).

Tahu lontong di sini memang punya ciri khas tersendiri. Selain irisan tahu digoreng setengah matang, irisan lontong, lalu ditaburi kacang goreng, bawang goreng, tauge. Edi mempertahankan resep neneknya dengan menambah taburan singkong goreng yang diiris tipis dan kecil-kecil.

Sarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya MelegendaSarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya Melegenda Foto: detikFood/Erliana Riady

"Ibu saya diajarin nenek. Lalu diajarkan ke saya untuk mempertahankan taburan irisan ketela goreng ini. Katanya biar tambah gurih tahu lontongnya. Dan memang ini kemudian jadi ciri khas kami," ungkapnya.

Setelahnya, baru ditaburi irisan daun bawang dan seledri dan diberi kecap secukupnya. Rasanya, memang beda.

Resep otentik inilah yang jadi andalan, hingga kuliner legendaris ini tetap eksis sampai sekarang.

Edi mulai membuka lapaknya sekitar pukul 06.30 WIB. Biasanya, warga sekitar Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar kerap membeli tahu lontong ini untuk menu sarapan pagi. Atau para pedagang pasar yang tidak sempat sarapan dari rumah.

Sarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya MelegendaSarapan Tahu Lontong Lodoyo yang Sedapnya Melegenda Foto: detikFood/Erliana Riady

Seporsi tahu lontong ini seharga Rp 7000 saja. Dengan uang Rp 10.000 pembeli dapat seporsi tahu lontong, segelas teh hangat dan kerupuk puli berbahan beras yang dibuat keluarga Edi sendiri. Kerupuk ini juga sudah ada sejak awal neneknya berdagang.

"Tutupnya biasanya jam setengah empat sore. Itu sekitar 70 sampai 80 porsi terjual. Dan saya gak ada liburnya. Buka terus tiap hari. Tutup kalau keluarga ada hajat saja," pungkasnya.



Simak Video "Klepon Ubi Ungu, Pas Dimakan Saat Sarapan!"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com