Sakral! Bentuk dan Lauk pada Tumpeng Ternyata Punya Filosofi

Riska Fitria - detikFood Selasa, 15 Des 2020 18:30 WIB
nasi tumpeng Foto: Dok. detikFood/Riska Fitria
Jakarta -

Tumpeng merupakan makanan yang dianggap sakral dan memiliki filosofi mendalam. Mulai dari arti nama, bentuk, lauk hingga alat masaknya.

Tumpeng sudah tak asing lagi pada acara-acara selametan atau hajatan. Bahkan tumpeng sudah dijadikan sebagai tradisi, karena secara umum tumpeng merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan.

Tak hanya itu, setiap detail yang ada pada tumpeng pun memiliki filosofi tersendiri. Dimulai dari arti kata tumpeng yang merupakan tanda keharmonisan.

Selain itu, bentuk tumpeng yang berbentuk kerucut juga sarat akan makna. Tak ketinggalan hingga ke jenis lauk dan alat memasaknya. Secara keseluruhan, tumpeng adalah suatu hubungan antara manusia dengan Tuhan dan alam.

Dalam webinar bertajuk 'Sarasehan Tumpeng' bersama Aksara Pangan dan yang bekerja sama dengan FTP, Universitas Gadjah Mada(10/12), para narasumber pun membeberkan tentang filosofi tumpeng.

Berikut 5 filosofi tumpeng, mulai dari nama hingga bentuk kerucutnya.

1. Filosofi Nama Tumpeng

5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan KapitayanSakral! Bentuk dan Lauk pada Tumpeng Ternyata Punya Filosofi Foto: iStock

Keberadaan tumpeng sudah ada sejak masyarakat menganut kepercayaan Kapitayan. Dalam kepercayaan Kapitayan mereka percaya dengan adanya Tuhan. Nah, tumpeng dibuat dengan tujuan pemusatan kepada kekuatan ilahiah.

Menurut Chef Wira Hardiyansyah kata 'Tu' pada tumpeng dapat diartikan baik dan juga buruk. Baiknya kata 'Tu' diartikan sebagai Tuhan. Sementara buruknya, 'Tu' diartikan sebagai hantu.

Dari kata 'Tu' tersebut kemudian muncul beberapa nama seperti 'pintu' atau lainnya tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat meletakkan sesaji atau yang sering disebut tumpeng.

Namun secara umum, kata tumpeng berasal dari bahasa Jawa kuno. Arti tumpeng dalam bahasa tersebut adalah manusia hari bersemangat dalam menjalani hidup.

Baca Juga : 5 Fakta Tumpeng yang Sudah Ada Sejak Kepercayaan Kapitayan

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Oseng-oseng Sei Sapi Bertabur Sambal"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com