Kisah Asep Samprana Sukses Jualan Rujak Bakso di Masa Pandemi

Bima Bagaskara - detikFood Minggu, 18 Okt 2020 12:30 WIB
Rujak bakso di Majalengka Foto: Bima Bagaskara/dok. detikcom
Majalengka -

Kesulitan berjualan mie tak membuat Asep surut semangat. Kini ia justru sukses jualan rujak bakso yang laris diantre pembeli.

Dampak pandemi covid-19 begitu dirasakan oleh Asep Samprana (45) warga Dusun Bojong Badak, Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Asep yang merupakan seorang pedagang mie dan ayam bakar merasakan sulitnya menjual dagangannya selama pandemi. Pelanggannya berkurang karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

"Awalnya ada instruksi pemerintah masyarakat tidak beraktivitas di luar. Saya berpikir bagaimana caranya saya bisa bertahan dengan tetap berjualan," kata Asep kepada detikcom Sabtu (17/10/2020).

Kisah Asep Samprana Sukses Jualan Rujak Bakso di Masa PandemiKisah Asep Samprana Sukses Jualan Rujak Bakso di Masa Pandemi Foto: dok. detikFood

Karena tuntutan untuk bertahan di tengah pandemi ini, sudah empat bulan lebih Asep bersama istrinya Karnengsih kemudian memutuskan untuk mengubah cara berjualan dari yang tadinya offline menjadi online.

Selain itu, Ia juga menambah jenis dagangan tidak hanya mie dan ayam bakar namun juga mulai membuat bakso. Bakso dipilih Asep lantaran jenis kuliner yang satu ini mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat.

Namun bakso yang dibuat Asep dan istrinya sangat berbeda dengan bakso yang ada. Ia mencampur bakso dengan rujak buah dan kuah khas yang memikat para pembeli.

Rujak bakso di MajalengkaRujak bakso di Majalengka Foto: Bima Bagaskara/dok. detikcom

"Pasar bakso itu tidak akan pernah mati dan diterima semua masyarakat. Jadi saya pikir bagaimana caranya nyari pasar yang mudah diterima. Tapi kalau sekedar bakso saja sudah banyak dimana-mana," ucapnya.

"Tapi kalau sedar bakso saja sudah banyak di mana-mana. Saya berpikir kalau ada sedikit variasi dan penyajian bakso ini mungkin akan lebih diterima, jadi cari yang beda makanya dibuatlah rujak bakso ini," lanjut Asep menceritakan.

Setelah berjalan empat bulan, rujak bakso buatan Asep saat ini sangat dicari oleh masyarakat Majalengka dan sekitarnya. Ia mengaku terkejut melihat respon masyarakat yang suka akan rujak bakso buatannya itu.

Rujak bakso di MajalengkaRujak bakso di Majalengka Foto: Bima Bagaskara/dok. detikcom

Bahkan saat ini, Asep dan istrinya sudah berjualan disebuah kafe bernama SDV (Sukawana Desa Village) yang berlokasi di Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Untuk resepnya sendiri Asep dan istri yang sudah sejak lama berjualan masakan dan paham betul jenis-jenis bumbu, tidaklah sulit untuk membuat rujak bakso.

"Untuk resepnya karena saya dan istri suka memasak jadi kita cari sendiri resepnya agar rasa rujak bakso ini tidak terlalu aneh dan tetap enak dinikmati," ujarnya.

Saat ini dalam sehari tidak kurang dari 150 porsi rujak bakso buatannya ludes terjual. Bahkan tidak jarang, pembeli yang datang harus gigit jari karena kuliner yang diburu yaitu rujak bakso telah habis terjual.



Simak Video "Uniknya Menu Rujak Bakso di Majalengka"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)