Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan, GoFood Diacungi Jempol

Angga Laraspati - detikFood Rabu, 07 Okt 2020 17:37 WIB
GoFood terapkan J3K (Jaga Kebersihan, Kesehatan, dan Keamanan) untuk pastikan keamanan dan kebersihan makanan secara komprehensif sampai ke tangan konsumen. Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

GoFood konsisten menerapkan protokol J3K (Jaga Kebersihan, Kesehatan, dan Keamanan) untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan secara komprehensif sampai ke tangan konsumen.

Sejak awal, pemberlakuan protokol J3K di ekosistem GoFood ini menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan meluncurkan arahan untuk 6 langkah keamanan dan kebersihan makanan bagi para mitra usaha.

Hingga saat ini, upaya penerapan protokol kebersihan GoFood tersebut semakin mendapat apresiasi dari lembaga riset kebijakan publik, serta penghargaan kelas dunia untuk peran aktif dan konsistensi dalam mendorong penerapan protokol keamanan makanan selama pandemi.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina mengatakan dukungan GoFood untuk mendorong penerapan protokol J3K dilakukan dalam bentuk edukasi rutin untuk berbagai pihak, terutama mitra usaha, distribusi aset digital untuk mendukung kebersihan makanan, hingga ke pengembangan inovasi di aplikasi Gojek.

"Upaya ini konsisten kami lancarkan dan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan para mitra dan bagian ekosistem Gojek, termasuk mitra usaha GoFood, pembuat kebijakan, dan pelanggan, untuk bersama saling menjaga dan merawat dengan mendorong penerapan protokol kebersihan makanan," ungkap Rosel dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2020).

Baru-baru ini, upaya GoFood mendorong protokol keamanan dan kebersihan selama pandemi ini mengantarkan peringkat nomor 1 (satu) sedunia sebagai aplikasi paling ramah pengguna (User Experience) dan terbaik ke-2 dalam pengalaman pelanggan (Customer Experience) dalam riset global independen berjudul 'Delivery Apps in Time of COVID-19: Global Benchmark'.

GoFood mengungguli 46 aplikasi pengantaran belanja harian dan pesan-antar makanan di 17 negara di Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dan Australia. Hasil penilaian menekankan bahwa GoFood dinilai sangat bermanfaat selama pandemi COVID-19 karena diperlengkapi dengan akses komunikasi dan protokol kesehatan yang jelas, baik untuk mitra driver maupun mitra usaha GoFood, ketersediaan informasi dan rekomendasi kesehatan bagi pelanggan terkait COVID-19, visibilitas dukungan terhadap peraturan pemerintah, dan kanal komunikasi yang efektif.

Di sisi lain, Ketua Riset Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Felippa Amanta menuturkan riset yang berjudul 'Kebijakan tentang Keamanan Pangan dan Layanan Pesan Antar Makanan' mendapatkan data bahwa layanan pesan antar makanan digital semakin digandrungi karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. Melalui tren ini, terlihat jelas kalau keamanan makanan adalah tanggung jawab seluruh pelaku yang terlibat di dalam proses, mulai dari penjual, jasa pengantaran, hingga konsumen sendiri. Ia pun mengapresiasi GoFood yang sudah menerapkan protokol kesehatan di layanannya.

"Oleh karena itu, kami menilai positif inisiatif yang dilakukan oleh penyedia layanan digital seperti GoFood, yang telah sejak awal responsif dan aktif memberikan dorongan untuk penerapan protokol kebersihan terhadap mitra usahanya. Selanjutnya, mengedukasi konsumen secara rutin juga perlu terus dilakukan," ungkap Felippa.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Inspeksi Pangan Steril Komersial BPOM Chairun Nissa menyampaikan fungsi pengawasan terhadap implementasi protokol kebersihan makanan di sarana peredaran pangan telah diperketat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya peredaran pangan secara daring lewat Peraturan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) No. 8 tahun 2020 tentang 'Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring'.

Ia menambahkan suasana pandemi memang menambah tantangan pengawasan. Oleh karena itu, BPOM mengimbau agar seluruh pelaku yang terlibat dalam proses pengolahan makanan, dari awal sampai tiba di tangan konsumen, untuk terlibat dalam menjaga kebersihannya dan keamanannya. BPOM sendiri sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

"Termasuk dengan kementerian terkait, asosiasi dan kelembagaan, penyedia layanan dan aplikasi online seperti GoFood, serta konsumen. Untuk konsumen, kami membekali mereka dengan edukasi agar semakin bijak berbelanja makanan online dengan tips praktis, mulai dari pemesanan, transaksi, hingga pengolahan di rumah," pungkasnya.



Simak Video "BTS Meal Hilang dari GoFood hingga ShopeeFood"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com