4 Alasan Sukralosa Lebih Aman dari Pemanis Buatan Lainnya

Inkana Putri - detikFood Kamis, 27 Agu 2020 10:35 WIB
sweetener Foto: shutterstock
Jakarta -

Penggemar makanan dan minuman manis? Hati-hati Anda bisa terkena diabetes! Agar terhindar dari diabetes, biasanya banyak orang yang mencegahnya dengan mengurangi makan dan minuman manis terlalu sering. Namun, bagi para pencinta makanan dan minuman manis, cobalah mengganti gula dengan sweetener ke dalam makanan dan minuman favorit Anda.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan gula merupakan hal yang harus dihindari, terutama bagi penyandang diabetes. Pasalnya, gula bisa meningkatkan risiko terkena hiperglikemia.

"Gula pasir adalah pantangan utama bagi diabetes. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula pasir akan menyebabkan kadar gula darah di dalam tubuh meningkat dengan cepat sehingga akan mengalami hiperglikemia," ujar dr Adeline kepada detikFood baru-baru ini.

Adapun mengutip Medical News Today, ada beberapa sweetener yang aman untuk dikonsumsi, termasuk bagi penyandang diabetes seperti sukralosa, aspartame, acesulfame potassium, sakarin, dan neotame. Dibanding pemanis lainnya, sukralosa menjadi salah satu sweetener yang aman untuk dikonsumsi dan dicampur ke makanan. Sukralosa juga memiliki banyak kelebihan seperti berikut ini.

Mengandung Nol Kalori

Sukralosa merupakan sweetener yang mengandung nol kalori sehingga tidak menyebabkan gula darah. Beberapa studi juga menunjukkan di dalam tubuh sukralosa tidak terdeteksi sebagai karbohidrat. Sukralosa juga tidak meningkatkan nafsu makan atau menambah berat badan sehingga selain cocok bagi penyandang diabetes, sweetener ini juga bisa dijadikan pengganti gula saat diet.

Aman Dikonsumsi

Beberapa dari Anda mungkin masih bingung apakah sweetener aman untuk dikonsumsi atau tidak. Melansir sucralose.org, faktanya ada lebih dari 100 penelitian selama lebih dari 20 tahun yang membuktikan sucralose aman untuk dikonsumsi. Bahkan di seluruh dunia, sukralosa disetujui untuk digunakan dalam makanan. Namun, dr. Adeline menyarankan sukralosa sebaiknya dihindari oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun serta ibu hamil dan menyusui.

"Sukralosa merupakan pemanis buatan yang aman berdasarkan referensi dari BPOM. Namun, untuk anak usia di bawah 5 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui serta penderita PKU (PhenylKetonUria) tidak disarankan untuk mengonsumsinya karena termasuk golongan rentan," katanya.

Tidak Mengubah Rasa

dr Adeline mengatakan sukralosa memiliki tingkat rasa manis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gula pasir. Sukralosa juga merupakan sweetener yang tahan pada suhu panas sehingga jika digunakan saat memasak tidak akan mengubah cita rasa makanan. Oleh karena itu, pada masakan atau minuman sukralosa lebih sering digunakan dalam jumlah yang lebih sedikit.

"Sweetener sebagai gula pengganti seperti sukralosa yang memiliki tingkat rasa manis mencapai 600 kali lebih manis dibandingkan dengan gula pasir sehingga dengan penggunaan sedikit saja sudah dapat memberikan rasa manis pada makanan maupun minuman," katanya.

Tidak Memberikan Efek Samping

Sukralosa umumnya tidak memberikan efek samping jika dikonsumsi sesuai rekomendasi. Menurut dr. Adeline, sukralosa dapat dikonsumsi sebanyak 5 mg/ kgBB setiap harinya. Para ilmuwan juga mengatakan tidak menemukan efek samping atau efek racun saat melakukan uji sukralosa pada hewan uji yang mengonsumsi sukralosa melebihi rekomendasi harian.

Nah, itulah beberapa manfaat dari mengonsumsi sukralosa yang tentunya membuat aman untuk dikonsumsi selama new normal. Pasalnya, selama new normal menjaga tubuh agar tetap sehat sangatlah penting sehingga tubuh terhindar dari infeksi virus.

Salah satu pemanis buatan yang terbuat dari sukralosa seperti Diabetasol Sweetener dengan nol kalori yang diformulasikan khusus untuk pengidap diabetes. Diabetasol Sweetener tentu aman untuk dikonsumsi serta tidak akan mengubah rasa pada minuman, bahkan di suhu tinggi sekalipun sehingga dapat digunakan untuk memasak dan membuat kue.



Simak Video "Nasi Goreng Diabetes hingga Cappuccino Enak Ada di Sini"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)