Banyuwangi Sulap Kawasan Kumuh Jadi Destinasi Kuliner Pondok Trawang

Ardian Fanani - detikFood Sabtu, 25 Jul 2020 15:15 WIB
Destinasi wisata kuliner Banyuwangi Foto: Ardian Fanani /.detikcom
Banyuwangi -

Tadinya Plengsengan adalah wilayah kumuh dan penuh sampah, tapi kini berubah jadi destinasi kuliner keren. Tak hanya itu, ada pondok transparan untuk cegah Covid-19.

Pemkab Banyuwangi dan masyarakat Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi menyulap lokasi kumuh penuh sampah menjadi destinasi kuliner. Sajian kuliner ikan bakar berjejer di lokasi yang diberi nama 'Plengsengan' itu. Yang terbaru, mereka menyediakan pondok atau bilik makan yang terbuat dari plastik, sebagai penerapan New Normal untuk destinasi kuliner.

Letak destinasi wisata baru yang diberi nama Pondok Trawang ini berada di pusat kota Banyuwangi. Kampung ini dulunya adalah kawasan yang kumuh. Maklum saja, wilayah ini merupakan muara, tempat dari sampah yang mengalir dari hulu yang dibuang oleh masyarakat. Seiring dengan kebersihan kota yang terus ditata, sampah pun perlahan hilang.

Destinasi wisata kuliner BanyuwangiDestinasi wisata kuliner Banyuwangi Foto: Ardian Fanani / detikcom

Baca Juga : 7 Makanan Khas Banyuwangi yang Terkenal, Kamu Suka yang Mana?

"Dulu disini ini tempat banyaknya sampah. Namun dengan tekad perubahan, warga kemudian melakukan pembersihan total," ujar Hilman, tokoh pemuda Kampung Mandar kepada detikcom, Sabtu (25/7/2020).

Selain penuh sampah, dahulu bau di lokasi tersebut sangat menyengat. Tak hanya itu, perahu-perahu besar dan kecil tak tertata dengan baik.

"Berkat pendampingan dari Dinas Perikanan dan Disbudpar, kami dilatih membuat destinasi kuliner. Alhamdulillah berjalan dan banyak diminati," pungkasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Nurhadi. Nelayan sekitar ini kini mampu mengolah ikan menjadi kuliner yang lezat. Pelatihan memasak ikan bakar dimanfaatkannya untuk merubah nasibnya.

Destinasi wisata kuliner BanyuwangiDestinasi wisata kuliner Banyuwangi Foto: Ardian Fanani / detikcom

"Kalau dulu hanya jual ikan hanya berapa. Tapi sekarang, kita bisa cari uang lebih banyak. Dua hari sekali melaut ikan dimasak sendiri," tambahnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Destinasi kuliner ini merupakan ikhtiar Pemkab Banyuwangi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pendampingan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Kecamatan Banyuwangi sejak tiga tahun lalu, keluarga nelayan membuat warung-warung dengan menu ikan laut. Kawasan tersebut pun mulai berubah.

"Pada 2018, mulai digelar festival pasar ikan sebagai strategi agar kawasan berubah menjadi lebih bersih. Warung kami promosikan, dinas terus mendampingi, akhirnya warga mulai mendapat tambahan pemasukan," tambahnya

Destinasi wisata kuliner BanyuwangiDestinasi wisata kuliner Banyuwangi Foto: Ardian Fanani / detikcom

Selama pandemi COVID 19 diakuinya sangat memukul kegiatan mereka. Namun seiring dengan tatanan kehidupan baru, Pemkab Banyuwangi dan masyarakat membuat terobosan dengan membuat bilik makan.

Di kawasan tersebut terdapat 10 bilik kuliner steril. Para pemilik warung melayani pengunjung dengan pelindung diri. Dinas Kesehatan dilibatkan terjun langsung mendampingi proses memasak agar selalu higienis.

Dengan adanya bilik makan ini, kat Anas, warga kembali memberi nama Pondok Trawang. Pondok dalam arti adalah gubuk atau bilik, sedangkan Trawang adalah transparan.

"Selama pandemi pasti jeblok, makanya sekarang kita bangkitkan lagi, termasuk dengan model bilik kuliner steril semacam ini. Kita beri nama Pondok Trawang," pungkasnya.

Baca Juga : Destinasi Kuliner Baru di Banyuwangi, Oling River Food



Simak Video "Pelasan Pindang, Pepes Merah Khas Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)