Begini Cara Mall Gelar Festival Kuliner di Tengah Pandemi

Hery Supandi - detikFood Sabtu, 04 Jul 2020 12:30 WIB
Penerapan tatanan kehidupan new normal terus diterapkan demi mengunci penyebaran virus Corona. Salah satu praktinya yakni di kafe dan restoran. Ilustrasi makan dengan sekat plastik Foto: ANTARA FOTO
Bengkulu -

Festival kuliner tetap digelar mall ini di tengah pandemi COVID-19. Pihak mall menerapkan protokol untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan pengunjung.

Siapa bilang event atau festival tidak bisa dilaksanakan saat pandemi COVID-19? Buktinya hal ini dilakukan Bencoolen Mall di kota Bengkulu. Hanya saja agar aman dari penularan virus, pihak mall memastikan meja penikmat kuliner diberi pembatas plastik transparan.

Sedikitnya ada 20 tenant kuliner yang mengikuti festival kuliner jelang new normal yang diselanggarakan mall ini. Selain harus mengikuti protokol kesehatan penanganan COVID-19, para pengunjung yang datang diwajibkan memakai masker dan cuci tangan bila akan masuk mall ini.

Persiapan New Normal Trans Studio Mall CibuburIlustrasi cuci tangan sebelum masuk mall Foto: Putu Intan/detikcom

Diketahui sejak pandemi COVID-19 melanda Bengkulu, mall ini melakukan berbagai perubahan. Setiap pengunjung yang datang ke mall diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk, begitu juga halnya ketika acara festival kuliner ini diselenggarakan.

Chief Operating Officer Bencoolen Mall, Irwan Putra mengatakan kegiatan ini dilakukan agar kembali membangkitkan gairah UMKM yang telah lama tertidur akibat pandemi, berbagai inovasi dilakukan agar para konsumen yang datang bisa aman tanpa takut tertular COVID-19.

"Kita lakukan penataan pada meja konsumen, kita berikan sekat dengan plastik transparan sehingga konsumen bisa melepas masker saat menyantap kuliner," ujar Irwan saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (04/07).

GOJEK, GO-PAY dan NU Care-LazisNU jalain kerja sama pembayaran zakat, infaq dan sedekah secara non-tunai.Ilustrasi pembayaran nontunai via barcode Foto: Istimewa

Irwan mengatakan agar tidak terjadi penularan pada saat transaksi belanja di festival kuliner, disiapkan dua metode pembayaran, yaitu menggunakan voucher atau pembayaran non tunai via barcode. Kedua cara ini dilakukan agar aman dari virus corona.

"Kalau konsumen tidak memiliki pembelanjaan non tunai, kita menyiapkan kupon atau voucher yang ditukarkan sesuai dengan nilai uang yang kita tukar," jelas Irwan.

Irwan menjelaskan para peserta festival ini diambil dari berbagai olahan produk lokal, mulai dari jajanan jadul hingga kekinian, yang sebelumnya dilakukan seleksi ketat. Para penjual di setiap tenant juga diwajibkan menggunakan masker dan face shield saat berjualan. Rencananya acara ini akan diselenggarakan selama 10 hari.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Kota Bengkulu, Edison mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan festival kuliner, apa lagi saat ini para UMKM mulai lesu akibat pandemi COVID-19.

Festival kuliner di mall BengkuluFestival kuliner di mall Bengkulu Foto: Hery Supandi/dok. detikcom

"Kita mensuport kegiatan seperti ini, asal tetap mengikuti protokol kesehatan penanganan dan pencegahan COVID-19," kata Edison.

Edison menambahkan dengan kegiatan ini bisa membantu membangkitkan ekonomi Bengkulu kembali, rencananya pihak koperasi Kota Bengkulu akan melaksanakan event serupa dengan penanganan COVID-19 yang sama dilakukan pada festival kuliner ini.

"Kita akan coba buka festival serupa di luar Mall," tutup Edison.



Simak Video "Lunasi Lapar Sambil Piknik Cantik di Picnic Over Tribeca "
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)