6 Menu Kuliner Malam Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewati

Nurcholis Ma'arif - detikFood Sabtu, 20 Jun 2020 11:59 WIB
Kuliner Yogya Foto: Grab
Jakarta -

Yogyakarta memang jadi destinasi yang tak pernah membosankan untuk selalu dikunjungi. Tak hanya kaya akan kebudayaan dan masyarakatnya yang ramah, namun kulinernya khas juga jadi alasan untuk selalu kembali ke Yogyakarta.

Wisata kuliner di Yogyakarta tak hanya untuk siang hari, tetapi pelancong juga bisa menikmati berbagai kuliner malam sambil berkeliling dan menikmati malam Kota Istimewa tersebut. Dilansir dari situs Grab, Sabtu (20/6/2020), berikut rekomendasi kuliner malam Yogyakarta yang bikin ketagihan.

1. Gudeg Sasha

Makanan khas Yogyakarta ini memang banyak yang menjajakan, tetapi Gudeg Sasha dapat menghapus rasa laparmu saat malam bahkan saat dini hari. Sebab Gudeg Sasha buka mulai dari pukul 22.00-03.00 WIB.

Kelezatan Gudeg Sasha ini sering jadi spot incaran para mahasiswa. Selain rasa manisnya pas dan gurih, harganya pun terjangkau sekitar Rp 13 ribu. Penyajiannya menggunakan daun pisang dan piring rotan serta perpaduan antara nasi hangat, gudeg, dan sambal krecek ditambah teh manis hangat, benar-benar pas untuk memanjakan lidah.

2. Martabak Casablanca

Buat yang ingin sekadar ngemil saat malam hari, Martabak Casablanca patut dicoba. Milenial asli Yogyakarta sudah nggak heran dengan tren martabak dari gerai ini. Sebab Martabak Casablanca ini nggak pernah sepi pengunjung karena pilihan menunya terdiri dari dua rasa, yaitu asin dan manis.

Yang membedakan martabak asin di sini dengan martabak lainnya adalah bagian isinya dari daging ayam. Nah, kalau martabak manisnya tinggal pilih saja selera yang mana. Ada rasa oreo, nutella, chunky bar, toblerone, caramel, dan masih banyak lagi.

Menu 'paling laku'-nya dari GrabFood, rata-rata martabak manis premium, salah satunya nutella yang dibanderol seharga Rp 48 ribu. Selain martabak, menu roti canainya bisa dicoba. Martabak Casablanca juga buka sampai dini hari dan bisa jadi teman untuk menghabiskan malam di Yogyakarta.

3. Sate Taichan Senayan

Kedai yang sempat menyabet penghargaan 'Juara Grab Viral Hero Award 2019' ini buka setiap hari mulai pukul pukul 17.00 hingga pukul 00.00. Satu tusuk potongan daging taichannya terbilang cukup besar ditambah citarasa bumbunya yang asin, gurih, dan dagingnya pun empuk.

Harga satu porsinya dibanderol dengan harga Rp 20 ribu per 10 tusuk. Biar semakin puas, perlu cobain sate taichan kulitnya juga yang harganya Rp 20 ribu per porsi. Kemudian, Sate Taichan Senayan ini menyediakan pula menu nasi ayam rica yang nggak kalah lezat.

Kuliner YogyaKuliner Yogya Foto: Grab

4. Oseng Mercon Bu Narti

Penggila rasa pedas wajib ke warung makan ini. Dinobatkan sebagai pelopor oseng-oseng super pedas berbahan daging sapi di Yogyakarta, Oseng-Oseng Mercon Bu Narti buka setiap malam mulai dari jam 6 hingga 11 malam. Dalam sehari, kedai ini bisa menghabiskan cabai hingga 10 kilogram.

Kalau kamu benar-benar pecinta pedas, pasti penasaran untuk datang ke sini. Tetapi harap bersabar ya, karena cukup panjang antreannya. Untuk dapat menikmatinya, kamu hanya merogoh koceh sebesar Rp 11 ribu saja.

Kuliner YogyaKuliner Yogya Foto: Grab

5. Bakmi Jawa Nasi Goreng Pawon Seturan

Bakmi Jawa Nasi Goreng Pawon Seturan menyuguhkan menu murah tetap dengan rasa yang tetap utama. Suwiran ayam, sayuran, telur, dan bihun putih bersatu padu mewarnai sepiring bakmi jawa ini terasa nikmatnya hingga ke ubun-ubun.

Sekali seruput kuahnya, bakal terbayang sampai di rumah. Selain bakmi jawa, menu lainnya ada tongseng balungan, bakso kecambah, kupat tahu, dan masih banyak lagi. Kedai ini buka 24 jam dan untuk harga menu makanan Bakmi Jawa Nasi Goreng Pawon Seturan ini paling mahal hanya Rp 25 ribu saja.

6. Nasgor 212

Sama seperti di kota-kota lainnya, nasi goreng menjadi menu makanan yang paling sering dijual dan ditemui di malam hari. Hal yang membedakan 'nasgor' lainnya dengan Nasgor 212 dari segi tempatnya. Berada tepat di samping sawah, konsep tempat makan mengusung tema vintage.

Dekorasinya dilengkapi dengan bahan-bahan terbuat dari kayu, seperti dinding dan mejanya. Pada bagian dinding kayu terdapat lukisan beberapa karakter pahlawan lokal seperti Gatot Kaca, Gundala, Joko Tingkir, Si Buta dari Gua Hantu dan Pandji Tengkorak.

Para pengunjung juga dibuat geleng-geleng kepala karena nama menu makanan yang tertera terbilang unik, seperti nasgor kapak merah, nasgor pangeran matahari, nasgor setan berambut merah, dan sebagainya. Warung makan yang buka mulai dari pukul 10:00 hingga 22.30 WIB ini menawarkan bujet mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu untuk berbagai menu tersebut. Murah kan?

Sayang sekali jika pengunjung melewatkan sensasi wisata kuliner malam Yogyakarta hanya mencicipi satu menu saja. Memesan lewat GrabFood jadi alternatif di kondisi pandemi seperti saat ini. Siapa tahu, enam menu di atas bikin semakin susah move on dari Kota Gudeg ini.



Simak Video "Semangat Bawa Perubahan Local Heroes Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)