Terpopuler Sepekan

Proses Cerna Mie Instan hingga Tudingan Logo Gratis Geprek Bensu

Tim detikFood - detikFood Sabtu, 20 Jun 2020 10:30 WIB
proses cerna mie instan Foto: istimewa/dok. Dr Kuo

1. Proses Pencernaan Mie Instan yang Mengejutkan

proses cerna mie instanproses cerna mie instan Foto: istimewa/dok. Dr Kuo

Mie instan memang salah satu makanan praktis yang rasanya juga enak. Di setiap negara pasti ada merek mie instan dan digemari banyak orang. Indonesia sendiri menduduki posisi ke-4 sebagai konsumen terbanyak mie instan.

Tapi perlu diketahui kalau mengonsumsi mie instan terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Seorang dokter bernama Dr. Kuo membuat penelitian bagaimana proses pencernaan mie instan di dalam perut. Ternyata mie instan tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk diproses.

Dr. Kuo menggunakan kamera berukuran kecil dan dimasukkan ke dalam perut seseorang untuk penelitiannya ini. Dalam rekaman kamera tersebut terlihat perbedaan saat menyantap mie instan dan mie buatan sendiri. Dimana setelah 2 jam mie instan masih berbentuk utuh sedangkan mie buatan sendiri sudah tercerna.

Baca Juga: Begini Proses Pencernaan Mie Instan dalam Perut Manusia

2. Tudingan Netizen Soal Pemakaian Logo Gratis 'Geprek Bensu'

Logo Geprek Bensu dan I Am Geprek BensuLogo Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu Foto: Twitter @morninglatte_

Polemik Geprek Bensu masih memanas hingga saat ini karena disebabkan kalahnya Ruben Onsu tentang hak pemakaian nama di gerai makanannya. Polemik terkait nama tersebut belum usai, ada seorang netizen di Twitter yang viral karena mengungkap kalau logo yang digunakan oleh 2 merek ayam geprek tersebut berasal dari web grafis gratis.

Netizen dengan akun @morninglatte_ tersebut memperlihatkan logo ayam gagah tersebut diambil dari web grafis gratis, Freepik. Netizen tersebut menjelaskan kalau logo tersebut bisa digunakan, namun Freepik punya kebijakan atas asset yang ada di website-nya. Yaitu tidak diperbolehkan untuk dijadikan logo brand profit.

Menjawab tudingan tersebut, pihak pengacara dari Ruben Onsu yaitu Minola Sebayang angkat bicara. Ia mengatakan, "Kalau kita bicara mengenai hukum, kita harus melihat mekanismenya itu ketika sebuah logo itu didaftarkan dan kemudian dikeluarkan sertifikat oleh pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI)."

"Nggak ditanya sama DJKI siapa desain grafisnya, nggak ditanya dari mana sumber (logo)nya apakah dari web grafis dari mana-mana, nggak ditanya. Yang mereka cek adalah ada nggak kesamaan dengan merek-merek lain? Ada nggak kesamaan dengan logo-logo lain? Jadi jangan melebar. Kalau isunya melebar, masalahnya jadi bias dengan membicarakan hal-hal yang tidak masuk dalam konteks hukumnya," tambah Minola Sebayang saat dihubungi tim detikFood.

Baca Juga: 'Geprek Bensu' & 'I Am Geprek Bensu' Dituding Pakai Logo dari Web Grafis Gratis

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com