Bisnis Makanan Online Kini Kafe Ini Punya 8 Cabang, Ini Rahasianya!

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 27 Feb 2020 15:30 WIB
zeri bowl medan Foto: doc. detikfood
Medan -

Bisnis makanan online semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi. Buktinya kafe kekinian di Medan bernama Zeri Bowl sekarang punya 8 cabang. Apa ya rahasianya?

Bisnis makanan online diminati karena tak memerlukan modal banyak, namun hasilnya bisa maksimal. Seiring waktu, pemilik bisnis makanan online yang berhasil akan mendirikan gerai untuk ekspansi bisnis mereka. Bukan tidak mungkin ke depannya mereka juga menambah cabang di berbagai wilayah.

Hal itu juga dilakukan kafe dessert Taiwan kekinian di Medan, Zeri Bowl. Kepada detikFood (26/2), pemiliknya yaitu Anita Tanotho bercerita lebih jauh tentang perkembangan bisnis kafenya.

"Mulainya tahun 2014. Awalnya online, kita kumpulkan pesanan kemudian kita antarkan satu-satu ke rumah pelanggan. Berjalan kurang lebih 8 bulan sampai putuskan punya toko di tahun 2015," kata Anita. Dalam waktu relatif singkat, ia lalu membuka 2 cabang di tahun 2017.

Bisnis Makanan Online Kini Kafe Ini Punya 8 Cabang, Ini Rahasianya!Foto: doc. detikfood


Baca juga : Juara Kuliner Tempo Dulu Medan Ada di 5 Tempat Makan Ini


Menu yang ditawarkan Zeri Bowl adalah dessert bowl dengan topping jelly sampai boba khas Taiwan. Ada juga ragam minuman boba dan camilan ayam goreng Taiwan ukuran besar yang jadi andalan.

Awalnya semua menu itu hanya dijajakan di bazar, namun ternyata mendapat respons positif dari pembeli. Hingga akhirnya ia beranikan diri menjual via online dan berakhir mendirikan gerai Zeri Bowl.

"Total gerai sudah ada 8 yang jalan di Medan. Satu gerai di Batam. Rencananya buka lagi 4 gerai di Medan tahun ini," kata Anita. Di awal pengembangan bisnis makanan online ini, ia alami kendala saat memasarkan produk.

Bisnis Makanan Online Kini Kafe Ini Punya 8 Cabang, Ini Rahasianya!Foto: doc. detikfood


Pengantaran pesanan makanan satu per satu dirasa tidak efektif. "Makan tenaga iya karena dari pagi sampai malam. Belum lagi macetnya kota Medan. Sampai di tahun 2015, belum ada teknologi seperti GrabFood. Kita sempat pekerjakan kurir dengan 1 armada. Kita kumpulkan order online seperti via telepon, WhatsApp, atau Line," ujarnya.

Ternyata menggunakan kurir juga tidak efektif karena ketika pengantaran banyak, waktunya tetap tidak cukup. Anita menambahkan, "Nggak efisien soal waktu, habis di jalan." Akhirnya ketika GrabFood hadir di Medan di akhir tahun 2017, Anita tak ragu jadi mitra,

"Teknologi memudahkan banget, ujung-ujungnya kita nggak pake kurir lagi. Tenaganya dialihkan ke yang lain. Kita kerja sama aja dengan teknologi GrabFood," katanya. Siapa sangka kerja sama dengan GrabFood juga membuat bisnis makanannya berkembang.

Anita berujar, "Kerja sama dengan Grab dari awal Grab masuk ke Medan sekitar tahun 2017 akhir. Gerainya saat itu masih 2 tapi setelah ada teknologi GrabFood, pada 2018-2019 terus tambah gerai." Keuntungan lain, ia juga bisa memetakan bisnis dari mempelajari pola pelanggan via GrabFood.

Bisnis Makanan Online Kini Kafe Ini Punya 8 Cabang, Ini Rahasianya!Foto: doc. detikfood


"Saya suka tanya ke driver itu (pesanan makanan) dikirim ke mana, Saya sebenarnya ngumpulin database untuk kepentingan saya. Pada akhirnya saya memutuskan di titik mana saya membuka cabang. Data-data dari driver berguna," jelas Anita.

Ia juga berbagi tips untuk anak-anak muda dan millennial yang mau coba berbisnis kuliner. Wanita yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner ini bilang, "Harus tahu dulu produk yang mau kita jual siapa. Paling penting target marketnya siapa? Targeting secara khusus."

"Lihat juga perkembangan zaman dan tren. Kolaborasi itu penting, lebih cepat membuat kita cepat dikenal," pungkas Anita.

Baca Juga: Manis Wangi Bolu Gulung Beroles Durian Medan yang Mantap



Simak Video "Merasakan Jadi Kurir Antar Makanan Keliling Kota Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)