Bikin Roti Sourdough Pakai Cairan Vagina, Ini Kata Ahli!

Riska Fitria - detikFood Kamis, 13 Feb 2020 18:40 WIB
roti sourdough dengan campuran cairan vagina Roti sourdough Foto: iStock
Jakarta -

Blogger asal Inggris punya cara unik saat membuat roti sourdough dengan mencampur cairan vaginanya sendiri sebagai pengganti ragi. Apa kata ahli?

Roti sourdough merupakan roti artisan yang berasal dari Pegunungan Alpen Swiss. Roti khas Eropa tersebut memiliki citarasa yang asam, karenanya banyak orang yang menyantap dengan olesan butter. Rasa asam tersebut disebabkan karena proses pembuatannya yang menggunakan ragi biang dan difermentasi selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Selain itu, pemberian ragi biang juga berfungsi untuk mengembangkan adonan sehingga tekstur roti sourdough akan menjadi lembut. Di dalam ragi tersebut terdapat mikoorganisme yang hidup dengan cara memakan gula.

Bikin Roti Sourdough Pakai Cairan Vagina, Ini Kata Ahli!Ragi yang dibuat untuk adonan sourdough Foto: iStock

Namun, seorang blogger asal Inggris bernama Zoe Stavri menggunakan ragi biang dari cairan vaginanya yang ia ambil menggunakan dildo, seperti yang dikutip dari Times of India (11/02). Dalam hal ini, dokter sekaligus pakar sourdough geek, Debryna Lumanauw memberikan tanggapannya.

Menurut Debryna, tubuh manusia memang mengeluarkan cairan-cairan seperti keringat, saliva hingga cairan vagina bagi wanita. Semua cairan tersebut dapat dicerna oleh tubuh manusia karena cairan itu juga berasal dari tubuh manusia. Di dalam cairan tubuh tersebut terdapat bakteri yang bersahabat.

"Kalau dari sisi kesehatan ya gak bakal kenapa-kenapa sih, sebenarnya gak make sense bakal terjadi sesuatu dalam tubuh kita setelah makan roti sourdough yang ada campuran cairan vaginanya," ujar Debryna kepada detikcom (13/02).

Bikin Roti Sourdough Pakai Cairan Vagina, Ini Kata Ahli!Zoe Stavri, blogger asal Inggris yang mencampur cairan vaginanya untuk adonan sourdough Foto: iStock

Baca Juga : Hiii!! Wanita Ini Bikin Roti Sourdough Pakai Ragi Cairan Vaginanya

Sementara jika dilihat dari proses pembuatan roti sourdough, campuran cairan vagina pada adonannya bisa jadi membuat adonan tersebut menjadi mengembang seperti menggunakan ragi biang pada umumnya.

"Jadi gini, ragi sourdough itu kan natural, jadi bener-bener dari alam. Semua mikoorganisme, jamur, bakteri seperti lactobacillus ada di dalamnya. Lactobacillus itu bakteri tahan asam, bakteri itu juga ada dalam pembuatan yogurt, kefir, acar. Jadi bakteri itu yang ada di dalam tubuh manusia," jelas Debryna Lumanauw.

Lebih lanjut, Debryna juga menjelaskan bahwa jika prinsip tersebut yang diterapkan oleh blogger bernama Zoe Stavri, maka penggunaan cairan vagina pada pembuatan roti sourdough dapat dikatakan masuk akal.

Vagina manusia normalnya memiliki ph yang asam untuk melindungi mukosa atau lapisan kulit dalam pada vagina. Sebagai pelindung juga, cairan vagina juga mengandung lactobacillus.

Bikin Roti Sourdough Pakai Cairan Vagina, Ini Kata Ahli!Roti sourdough Foto: iStock

"Efek dari adonannya sourdough nya gak ada yang salah, saya yakin rasanya juga gak akan beda dengan sourdough yang pakai ragi biasa, pasti sama. Begitu pun dengan aromanya. Karena cairan vagina itu digunakan untuk pelengkap aja kan yang dominan tetap tepung dan air," ujar Debryna.

Meskipun terbilang aman, tetapi membuat roti sourdough dengan campuran cairan vagina sebagai ragi bukan berarti disarankan. Seperti yang dijelaskan oleh Debryna, manusia akan memilih makanan yang menurut mereka masuk akal.

"Makan itu gak cuma dari rasa aja. Tetapi semua panca indera harus jalan. Misalnya roti kalau dipotong harus tetap bagus, aromanya wangi. Tetapi secara psikis makanan itu make sense apa gak? Misalnya makanan paniki, buat orang Manado makanan itu enak banget. Tapi di musim virus corona ini make sense gak kalau dimakan? kaya gitu sih," ujar Debryna.

Baca Juga : Si Asam Lembut Sourdough yang Jadi Incaran Banyak Orang



Simak Video "Si Asam Lembut Sourdough yang Jadi Incaran Banyak Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)