Cicipi Soto Ambengan yang Kalahkan Jajanan Kaki Lima di Dunia

Faidah Umu Sofuroh - detikFood Senin, 20 Jan 2020 13:16 WIB
Foto: shutterstock
Jakarta -

Sering dijuluki Kota Pahlawan, Surabaya menjadi tempat yang kental akan sejarah. Surabaya kini menjadi salah satu kota metropolitan kedua terbesar setelah ibu kota yang memiliki tatanan kota yang rapi. Ada juga taman dan kafe kontemporer yang beradu dengan hawa 'tempo doeloe' dengan museum kapal perang di tengah kota dan hotel bersejarah dengan ornamen peninggalannya yang terawat.

Surabaya juga kental akan budayanya yang beragam, mulai dari Jawa, China, Arab, sampai Belanda. Pantas jika kota ini juga dijuluki 'kota segala rasa'. Tak hanya budaya yang punya banyak rasa, kekayaan rasa Surabaya juga tertuang dalam keberagaman kuliner yang kebanyakan menu-menu perintis, seperti Soto Ambengan.

Salah satu pelopor Soto Ambengan khas Surabaya adalah Pak Sadi. Soto Pak Sadi ini sudah ada sejak era 60-an. Saat itu pertama kali jual soto, Pak Sadi masih menjajakan keliling dengan cara dipikul.

Pak Hasni Sadi merantau dari Lamongan ke Surabaya. Ia memikul sotonya dan berjualan dari kampung ke kampung sampai di akhir 1971, sebelum menetap jualan soto di pojokan Jalan Ambengan, Surabaya. Di sana, cerita suksesnya dimulai. Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli) namanya bergema hingga ke penjuru kota.

Percaya diri dengan kenikmatan sotonya, Pak Sadi berangkat lagi, kali ini membawa ambisi lebih besar, menaklukkan ibu kota. Cabang baru dia buka di Jalan Wolter Monginsidi di tahun 80-an.

Racikan Sendiri

Hingga saat ini, Pak Sadi masih mengawasi setiap cabang miliknya untuk menjaga kualitas bahan dasar dan rasa soto sama seperti racikan sendiri. Sepertinya itu kunci usaha Pak Sadi bisa bertahan, pada konsistensi rasanya.

Menu andalannya adalah soto ayam biasa. Soto ayam biasa merupakan menu original Pak Sadi. Satu porsi berisi daging ayam kampung, telur rebus, seledri, dan taburan koya.

Cicipi Soto Ambengan yang Kalahkan Jajanan Kaki Lima di DuniaFoto: (Aldi Sanjaya Putra/d'Traveler)

Tak cuma soto, warung Pak Sadi juga menyediakan tahu campur, rujak cingur, dan soto madura. Semuanya merupakan makanan khas Jawa Timur yang rasanya susah untuk dilupakan.

Dari yang tadinya cuma soto pikulan, Soto Ambengan Pak Sadi telah memenangkan penghargaan tertinggi sebagai Masters of the Year dari World Street Food Congress Food pada 2013 lalu di Singapura. Mengalahkan nominasi pedagang jajanan kaki lima dari berbagai negara.

Sebagai pemegang rekor street food terbaik dunia, Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli) semakin banyak dicari. Gelar ini juga tak membuat Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli) menjadi tempat makan yang susah dicari. Justru sangat gampang, bahkan kini sudah tersedia di GrabFood.

Jadi, jika Anda tak sempat mampir ke warungnya, Anda tinggal buka aplikasi GrabFood, pesan sebentar, dan soto ayam nan lezat akan sampai dalam sekejap.





Simak Video "Gurih Kental Kuah Soto Kudus Ayam Kampung Garuda"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)