Tiga Kuliner Tradisional Favorit Bos OJK Wimboh Santoso

Sudrajat - detikFood Minggu, 19 Jan 2020 18:30 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Ketua OJK Wimboh Santoso tak bisa melewatkan 3 kuliner tradisional favoritnya. Dari soto, opor bebek hingg gudeg ceker yang sedap mantap.

Kecuali tengah dinas ke luar negeri, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengaku selalu menyantap soto sebagai menu wajib di pagi hari. Semua jenis soto pasti maknyus bila di santap pagi-pagi.

Tapi untuk siang hari, menu yang biasa menjadi santapannya adalah sate, opor bebek, gule, atau tongseng. Opor bebek pernah menjadi menu yang dihidangkan untuk menjamu ustaz Yusuf Mansyur saat singgah ke kediaman ibunya di Boyolali pada 23 Februari 2019. Menu itu dipadu dengan sayur labu siam.



Tiga Kuliner Tradisional Favorit Bos OJK Wimboh Santoso Wimboh Santoso menjamu ustaz Yusuf Mansyur di kediaman ibunya di Boyolali pada 23 Februari 2019. Menu yang dihidangkan opor bebek dan sayur labu siam. Foto: Istimewa


Wimboh tak terlalu mencemaskan soal kolesterol atau pun unsur lain yang kerap dianggap bisa memicu penyakit, terutama untuk orang seusianya. Maklum, hobi makan tanpa pantangan itu diimbangi lelaki kelahiran Boyolali, 15 Maret 1957 itu dengan olah raga teratur.

Selain biasa jalan di tempat di atas treadmil atau berenang, mantan Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York itu juga biasa joging dan menggowes sepeda saat di akhir pekan atau hari libur.

"Ya semua diseimbangkan lah. Makan tidak pantangan, semua masuk tapi ya diimbangi dengan olah raga," kata Wimboh Santoso.

Hasilnya, selain tampak bugar di usia jelang 62 tahun, Guru Besar ilmu Manajemen Risiko UNS itu juga memiliki perut yang ramping. "Ya, ya Alhamdulillah," ujarnya seraya menepuk-nepuk perutnya.

Tiga Kuliner Tradisional Favorit Bos OJK Wimboh Santoso Foto: Instagram


Bagaimana dengan menu di malam hari? Wimboh Santoso dengan mantap menyebut gudeg sebagai menu paling pas untuk disantap. Tak cuma itu. Bila sedang di Solo, dia punya menu gudeg favorit yang baru bisa dinikmati pukul 2 dini hari. "Sebelum jam 2 pagi dia gak akan buka, mau disogok atau dipengaruhi apapun," ujar Wimboh.

Menu dimaksud adalah Gudeg Ceker Bu Kasno di Margoyudan, Solo. Lokasi persisnya di Jalan Monginsidi, depan Greja Kristien Jawa Mergoyudan hingga sisi SMA Negeri 1 Surakarta.
Gudeg bu Kasno (73), sang pemilik yang meracik hidangan gudeg mulai 1970, setelah diwarisi oleh ibunya yang telah memulai sejak 1932.

Berbeda dengan gudeg Yogya yang rasanya dominan manis, gudeg racikan Bu Kasno cenderung lebih asin dan gurih. Sajian gudeg ceker terasa semakin nikmat dengan kuah serta bumbu areh berwarna putih pucat yang disiram di atasnya.



Simak Video "Nikmatnya Madumongso yang Bikin Ketagihan"
[Gambas:Video 20detik]
(jat/odi)