Warung Tenda Daerah

Punya 5.000 Anggota di Jakarta, Ini Kisah Paguyuban Soto Lamongan

Riska Fitria - detikFood Jumat, 13 Sep 2019 11:30 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
FOKUS BERITA Warung Tenda Daerah
Jakarta - Soto Lamongan dan pecel lele sangat populer di Jakarta. Paguyuban mereka bahkan punya 5.000 anggota warung tenda.

Warung tenda Soto Lamongan termasuk warung tenda paling populer di Jakarta dan sekitarnya. Bukan hanya karena sajian sotonya yang enak tetapi karena didukung oleh perkumpulan sesama penjual soto Lamongan.

Sesuai namanya, soto Lamongan merupakan soto kabupaten Lamongan di Jawa Timur. Soto Lamongan dikenal dengan kuah bening yang kuning dan gurih. Isiannya ayam suwir, suun, kol, dan irisan tomat. Yang jadi ciri khas adalah taburan koya yang dibuat dari gerusan halus kerupuk udang dan bawang putih goreng.
Punya  5.000 Anggota di Jakarta, Ini Kisah Paguyuban Soto LamonganFoto: Istimewa

Bersama dengan warung tenda Soto Lamongan juga ada warung tenda pecel lele Lamongan yang hadir bersamaan. Menu pecel lele ini berupa ikan lele goreng yang disantap dengan nasi hangat, lalapan dan sambal dadak.

Kedua kuliner tersebut pertama kali dibawa langsung oleh orang asli Lamongan yang merantau ke Jakarta. Mereka nekat merantau ke Jakarta karena kondisi daerah yang kurang bagus.

"Istilahnya kacaulah, kalau musim kemarau gak ada air, musim hujan kebanjiran. Dari situlah banyak orang Lamongan yang merantau dengan berjualan soto dan pecel lele," tutur Soen'an Hadi Purnomo selaku ketua paguyuban 'Putra Asli Lamongan' (Pualam).
Punya  5.000 Anggota di Jakarta, Ini Kisah Paguyuban Soto LamonganFoto: dok. detikFood

Soen'an yang juga berprofesi sebagai dosen statistik ini menceritakan bahwa pertama kali soto Lamongan tidak menggunakan kata 'Lamongan' di belakangnya. Itu lantaran mereka malu menggunakan kata tersebut yang terkesan ndeso. Selain itu Lamongan yang hanya sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur. Akhirnya saat itu banyak dipakai sebutan 'Soto Surabaya'.

Baca Juga : Bisa Makan Malam Pecel Lele Enak dengan Sambal Terasi di 5 Warung Ini

Selanjutnya dibentuk paguyuban 'Putra Asli Lamongan' atau Pualam pada tahun 70-an. Sebuah forum silaturahmi yang beranggotakan orang-orang Lamongan yang merantau di Jakarta. Mereka berkumpul dalam satu visi agar kota Lamongan menjadi maju dan dikenal luas.

"Semenjak saat itu, kita ramai-ramai harus sepakat untuk gak minder dan berani menyebut 'Soto Lamongan' dan 'Pecel Lele Lamongan," ujar Soen'an kepada detikFood saat dijumpai di warung Soto Lamongan milik H.Supratman di kawasan Latuharhari (12/9).

Menurut Soen'an, yang pertama kali mempelopori soto khas Lamongan ke Jakarta ialah Jali Suprapto yang membuka warung soto kaki lima sejak tahun 1952. Dari dulu hingga sekarang warungnya tidak pernah berpindah tempat, yaitu di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat. Namun, kini warung tersebut telah diteruskan oleh cucunya.
Punya  5.000 Anggota di Jakarta, Ini Kisah Paguyuban Soto LamonganFoto: Instagram

Keberadaan warung soto Lamongan selalu dibarengi dengan pecel lele. Sebenarnya kedua makanan tersebut tidak harus dijajakan bersama. Hanya saja kedua makanan itu sama-sama berasal dari Lamongan, sehingga sering disajikan di warung yang sama.

Kini, baik soto Lamongan maupun pecel lele sangat populer di kalangan warga yang berasal dari jawa Timur atau daerah lain di Jakarta. Jumlah anggota Pualam kini sudah mencapai lebih dari 5.000 penjaja Soto Lamongan dan Pecel Lele.

Sekarang Pualam tidak hanya sebagai wadah silaturahmi saja. Pualam juga bertujuan sebagai forum diskusi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi anggota-anggotanya. Seperti kurang modal atau musibah kurang menguntungkan lainnya.

Baca Juga : Identitas Daerah Hijrah Dalam Wujud Makanan Warung Tenda



Simak Video "Cita Rasa Pecel Ayam hingga Bebek Legendaris untuk Buka Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)
FOKUS BERITA Warung Tenda Daerah