Tumpeng Tandai 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Amerika

Riska Fitria - detikFood Selasa, 16 Jul 2019 18:00 WIB
Foto: Dok. detikFood/Riska Fitria Foto: Dok. detikFood/Riska Fitria
Jakarta - 70 tahun Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika dirayakan meriah. Kali ini dengan perkenalan tradisi potong tumpeng.

Hubungan kerja sama 70 tahun yang terjalin antara Indonesia dan Amerika sedikit banyak sudah berhasil dicapai. Mulai dari bidang politik, ekonomi, keamanan, lingkungan hingga pendidikan.

Namun, ada satu hal yang ingin diperkenalkan kembali, yaitu peristiwa kuliner di Indonesia. Salah satu peristiwa kuliner Indonesia yang populer adalah tradisi makan nasi tumpeng.
Tumpeng Tandai 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Amerika.Foto: iStock

Oleh sebab itu saat perayaan 70 tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Amerika yang berlangsung pada Minggu (14/7) di salah satu supermarket l di Jakarta Selatan, dirayakan dengan memotong nasi tumpeng yang kemudian dimakan bersama-sama.

Hal tersebut digagas oleh Kafi Kurnia selaku Managing Editor di Peka Consult, Inc sebuah perusahaan bidang kuliner.

Baca Juga : Ada Nasi Tumpeng Mini, Nasi Kapau, hingga Nasi Campur Bali Sedap di 5 Resto Ini

"Kita harus perkenal tradisi makan nasi tumpeng Indonesia ke dunia, karena tradisi tersebut sangat luar biasa, " ujar Kafi Kurnia.
Tumpeng Tandai 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Amerika.Foto: Dok. detikFood/Riska Fitria

Lebih lanjut Kafi kurnia juga menjelaskan mengenai filosofi dari nasi tumpeng. Nasi tumpeng dikenal dengan sajian nasi yang berbentuk kerucut dan ditata bersama dengan lauk pauknya. Lauk pauk yang disajikan pun beragam. Mulai dari daging ayam, perkedel, telur dadar, tempe, sambal dan masih banyak lagi.

Berawal dari kebudayaan masyarakat Jawa, Bali dan Madura, nasi tumpeng biasa disajikan dalam acara-acara besar dan sakral, seperti pada saat acara kenduri atau upacara adat.

Bentuk nasi tumpeng diibaratkan seperti gunung Mahameru, yang mana sering dimuliakan sebagai tempat bersemayam para leluhur. Sampai detik ini, nasi tumpeng masih menjadi bagian dari tradisi di acara-acara besar Indonesia.

Peristiwa kuliner ini bukan hanya pada tampilan nasi tumpeng saja yang dinilai sakral. Melainkan juga pada tradisi makan bersama masyarakat Indonesia saat makan nasi tumpeng.

Saat makan nasi tumpeng, pertama yang dipotong ialah bagian atas atau puncaknya untuk kemudian dibuang ke atas genting untuk mendapat berkah. Namun, ada juga tradisi memberikan puncak nasi tumpeng kepada orang yang paling dihormati di suatu acara tersebut.

Seperti pada perayaan HUT 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Amerika kemarin, puncak nasi tumpeng diberikan kepada Mr. Garret MacDonalds sebagai atase pertanian dan perdangangan Kedutaan Amerika.
Tumpeng Tandai 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Amerika.Foto: Dok. detikFood/Riska Fitria

Dari kesakralan nasi tumpeng ini, mulai dari filosofi, penyajian hingga tradisi makan akan mulai digaungkan oleh komunitas pejuang kuliner Indonesia agar menjadi populer dan dikenal oleh dunia.

Salah satu caranya adalah dengan menyajikan nasi tumpeng di restoran-restoran di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan nasi tumpeng menjadi populer dan restoran yang menyajikan nasi tumpeng bisa mendapat penghargaan michelin star.

Karena hingga saat ini, restoran di Indonesia masih belum ada yang berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

"Kita berharap tahun depan restoran Indonesia kita ada dapat one star michelin dan jangan sampai kalah dengan kuliner dari negara-negara lain" lanjut Kafi.

Baca Juga : Nasi Tumpeng Perlambang Syukur dan Kesejahteraan

Simak Video "Menpar Tetapkan 5 Makanan Nasional Indonesia yang Harus Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)