Begini Cara Wajit Cililin yang Lembut Legit Diproduksi

Yudha Maulana - detikFood Jumat, 03 Mei 2019 07:09 WIB
Foto: dok.detikFood/Yudha Maulana Foto: dok.detikFood/Yudha Maulana
Bandung Barat - Kecamatan Cililin dikenal sebagai sentra pembuatan wajit di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tidak lengkap rasanya, bila datang ke tempat ini tanpa membawa wajit sebagai buah tangan.

Tangan Ovan (29) begitu tangkas mengaduk adonan wajik (wajit) di dalam sebuah wajan raksasa. Aroma harum gula merah dan kelapa langsung tercium dari adonan yang ia aduk selama 45 menit itu.

Begini Cara Wajit Cililin yang Lembut Legit DiproduksiFoto: dok.detikFood/Yudha Maulana

Selesai mengaduk, adonan itu ia simpan di atas beberapa wadah untuk dikeringkan selama beberapa jam. Baru kemudian, adonan itu dibentuk dan dimasukkan ke dalam pelepah jagung atau kulit jagung.

Proses pembuatan wajit belum berakhir, wajit yang telah dibungkus pelepah kemudian dipanggang dalam oven selama kurang lebih setengah jam.

Begini Cara Wajit Cililin yang Lembut Legit DiproduksiFoto: dok.detikFood/Yudha Maulana

"Agar wangi adonan dan pelepah jagung padu, baru kemudian dibungkus plastik," ujar Ovan saat ditemui di pabrik wajik milik keluarganya di Kp Saargenggong, Ds Karangtanjung, Cililin, KBB, Kamis (2/5/2019).

Dalam sehari, ujar Ovan, pabrik wajik keluarganya bisa memproduksi 5 kuintal adonan. Namun, jumlah itu bisa meningkat menjadi 8 kuintal terutama menjelang bulan Suci Ramadan.

"Kami hanya menjual di sini saja, tapi banyak yang menjual barang dari berbagai daerah. Di sini produsen hanya ada tiga, tapi yang jual bisa puluhan," ucap Ovan yang merupakan putra dari H Obang Sobari si pemilik pabrik.

Begini Cara Wajit Cililin yang Lembut Legit DiproduksiFoto: dok.detikFood/Yudha Maulana

Dari adonan lima kuintal, ia bisa membuat 1.000 bungkus lebih wajit. Tiap bungkusnya, terdiri dari 11 wajit. "Kalau harga jualnya itu Rp. 12 ribu perbungkus, ada wajik dari ketan hitam juga," ucapnya.

Pabrik yang telah beroperasi selama 17 tahun itu juga memproduksi dodol dan angleng juga. "Kalau produk yang lainnya hanya jadi pelengkap saja," katanya.

Begini Cara Wajit Cililin yang Lembut Legit DiproduksiFoto: dok.detikFood/Yudha Maulana

Fardan (33), salah seorang anak H Obang lainnya, mengatakan puncak penjualan wajit paling ramai, biasanya satu minggu menjelang Idul Fitri.

Kendati penjualan meningkat. Namun, harga bahan baku wajit pun turut melonjak. "Sekarang mau munggahan saja harga kelapa perbutirnya Rp. 4500, asalnya hanya Rp 2.800-an," kata Fardan.

(dwa/odi)