Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong Djie

Sonia Basoni - detikFood Sabtu, 08 Des 2018 06:51 WIB
Foto: Dok. detikFood Foto: Dok. detikFood
Jakarta - Dikenal sebagai salah satu kota 1001 kedai kopi. Kabupaten Belitung Timur punya kedai kopi Kong Djie yang berdiri sejak 1943. Terkenal dengan racikan kopi susunya yang tak klasik.

Di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Timur tidak ada kafe modern hingga pusat perbelanjaan seperti mall. Di sini masyarakat lokal lebih senang berkumpul, dan menghabiskan waktu di kedai kopi tradisional yang menyajikan racikan kopi lokal.

Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong DjieFoto: Dok. detikFood

Nama Kong Djie berasal dari pendirinya Ho Kong Djie, seorang keturunan China dari Pulau Bangka yang membuak kedai kopi tahun 1943. Sebelumnya ia sempat buka kedai kopi di Buluh Tumbang, Tanjungpandan. Kini sudah ratusan cabang yang dibuka berdasarkan waralaba. Mereka memakai blending kopi yang diracik khusus oleh generasi keempat yang jadi penerusnya..

Baca Juga: Kong Djie Coffee: Bernostalgia dengan Kopi Susu dan Semangkuk Mie Ayam Khas Belitung

Salah satunya kedai kopi Kong Djie. Awalnya hanya kedai kopi sederhana di sudut pinggir jalan, tapi kini sudah berkembang dan memiliki lebih dari 200 cabang di Indonesia. Uniknya, semua cabang Kong Djie tidak pernah sepi dari pengunjung setiap harinya.

Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong DjieFoto: Dok. detikFood

Salah satunya cabang kedai kopi Kong Djie yang ada di wilayah Sijuk, Tanjunpandan. Lokasinya lebih luas dari kedai kopi Kong Djie yang pertama. Cabang ini buka selama 24 jam, menyediakan beragam jenis racikan kopi hingga kudapan hangat untuk teman ngopi.

"Kong Djie ini punya cabang sudah lebih dari 200, ini cabang kesekian yang ada di kota Bangka Belitung. Sudah beroperasi selama 3 tahun," tutur Vivi selaku pemilik Kong Djie cabang Sijuk, ke detikFood (06/12).

Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong DjieFoto: Dok. detikFood

Menurut Vivi, Kong Djie memiliki racikan kopi yang membedakannya dengan kedai kopi lain di Bangka Belitung. Di sini segelas kopi susu, diracik menggunakan kopi robusta dan arabika sehingga rasa kopi lebih pekat dan kental.

"Karena di Bangka tidak ada kebun kopi. Jadi kami datangkan biji kopi dari wilayah lain. Tapi yang jadi ciri khasnya karena kopi ini menggunakan campuran robusta dan arabika, lalu diseduh secara manual dan menggunakan teknik tradisional," lanjut Vivi.

Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong DjieFoto: Dok. detikFood

Untuk menu andalan disini ada Kopi O, yaitu kopi hitam. Rasanya sedikit pahit, dengan warna pekat, dan kental. Ada juga kopi susu, yang menggunakan susu kental manis. Biasanya masyarakat lokal di sini, paling sering pesan kopi susu dan singkong goreng yang digoreng hingga garing.

"Selain menu kopi susu yang jadi andalan di Kong Djie sejak dulu. Biasanya disantap dengan pisang goreng, roti bakar, hingga singkong goreng," ungkap Vivi. Menurutnya jam yang paling ramai adalah di malam hari. Sekitar jam 11 malam, warung kopi ini akan dipenuhi oleh masyarakat lokal hingga wisatawan yang ingin mencicipi kopi susu di sini.

Asyiknya Ngopi Khas Belitung di Kedai Kopi Legendaris Kong DjieFoto: Dok. detikFood

Tidak hanya menu kopinya saja, tapi roti bakarnya juga tak kalah enak. Dengan paduan meisjes dan keju. Lalu ada pisang goreng renyah, yang menggunakan pisang kepok, hingga mie instan yang jadi menu populer pelengkap kopi di malam hari.

Untuk kisaran harganya, kopi dan makanan di sini terbilang terjangkau. Untuk satu gelas kopi susu panas dan aneka makanan, kisaran harganya dari Rp. 8.000,- hingga Rp. 15.000,-.

Kalau mau coba racik kopi sendiri, Kong Djie juga menjual bubuk kopi berbagai ukuran yang cocok untuk dibawa menjadi oleh-oleh dari Bangka Belitung.

Baca Juga: Kedai Kopi Ini Sudah Sajikan Kopi Susu Sejak Puluhan Tahun di Bangka Belitung

(lus/odi)