Carica dari Dieng Paling Diburu Pemudik untuk Oleh-oleh

Uje Hartono - detikFood Sabtu, 23 Jun 2018 10:00 WIB
Foto: dok. detikFood Foto: dok. detikFood
Jawa Tengah - Libur lebaran jadi berkah bagi produsen manisan carica. Oleh-oleh khas dataran tinggi Dieng ini kebanjiran pesanan. Penjualannya naik karena sangat diminati pemudik.

Seperti yang disampaikan salah satu produsen carica Susatrijo. Menurutnya, jumlah pesanan pada lebaran tahun ini jauh lebih banyak jika dibanding tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, ia mengaku sudah memproduksi hingga 60 ribu kardus carica.

"Satu kardus isinya beragam, ada yang 6 bungkus, 10 sampai 12 bungkus. Dan tahun ini memang yang pesan lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujarnya di rumahnya, Jumat (22/6/2018).

Carica dari Dieng Paling Diburu Pemudik untuk Oleh-olehFoto: dok. detikFood

Bahkan menurutnya, beberapa toko oleh-oleh di Banjarnegara dan Wonosobo harus menunggu hingga satu minggu untuk mendapatkan carica pesananya. Biasanya dalam sehari, ia bisa memproduksi antara 300-400 kardus.
"Malahan saya pernah sehari memproduksi sampai 700 kardus. Itu tidak ada istirahatnya dari pagi sampai malam," tuturnya.

Untuk harga, Susatrijo menuturkan tidak ada kenaikan saat libur lebaran. Sedangkan untuk bahan baku, juga tidak kesulitan lantaran masih banyak warga yang menanam buah carica di dataran tinggi Dieng.

"Selain menyetok toko oleh-oleh di Banjarnegara - Wonosobo juga ada yang pesan langsung dari luar daerah, seperti Bali dan Malang," sebutnya.

Carica dari Dieng Paling Diburu Pemudik untuk Oleh-olehFoto: dok. detikFood

Salah satu pemilik toko oleh-oleh di Banjarnegara Syarif mengaku sampai menolak pembeli yang memburu manisan carica lantaran stok kosong. Padahal, ia sudah mulai menyetok sejak pertengahan bulan ramadan.

"Karena kami tidak bisa begitu pesan carica ke produsen langsung dikirim. Karena harus antre dengan toko oleh-oleh lainnya," kata dia. (adr/odi)